Jum. Jul 19th, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Tuntutan Aji Wijaya Ditunda, Ahli Pidana Telanjangi Dakwaan JPU

3 min read
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Sidang agenda tuntutan pada kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menjadikan Aji Wijaya Gunawan (34) sebagai pesakitan ditunda hingga pekan depan.

Penundaan sidang tuntutan tersebut disebabkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Neldy dari Kejaksaan Negeri Surabaya ada kegiatan diluar kantor.

Informasi tersebut didapati dari ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara ini.

“Jaksa Neldy hari ini ada kegiatan diluar kantor jadi sidang Aji Wijaya Gunawan digelar rabu depan,”ujar Ketua Majelis Hakim, Maxi Sigarlakai.

Menurut Maxi Sigarlaki, kasus KDRT yang menimpa Pasangan suami Istri (Pasutri), yakni Aji dan Istrinya (Hani Maichael) murni masalah rumah tangga.

Terdakwa dalam perkara ini tidak dilakukan penahanan oleh Jaksa.

Pria yang disapa Hau-Hau (Terdakwa) ini menuduh istrinya (Hani Maichael) menggugurkan janin bayinya dengan cara meminum Pil KB.

Atas tuduhan terdakwa itu membuat kedua orang tuanya ikut ikutan menyalahkan korban, dan menyuruh terdakwa menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain.

Terdakwa tega menyiksa dan melantarkan istri dan anak semata wayangnya. Bahkan tidak itu saja, terdakwa juga tidak mengakui keberadaan Jack Alexander sebagai anak kandungnya.

“Memasuki kahamilan 5 bulan saya sudah mendapat kekerasan fisik dari suami saya.Seperti ditempeleng, dipukul,disiram air dan dikunci digudang serta ditendang. Dia melakukan ini, karena saya dibilang jeleklah gemuklah. Bahkan anak saya,tidak diakui dia”.ungkap Hani.

Masih dari Hani Maichael. Setelah dirinya dan Jack Alexander (anaknya) ditinggal pergi terdakwa pulang kerumah orang tuanya. Hampir kurang waktu satu tahun, Ia dan anaknya diterlantarkan terdakwa tidak diberikan biaya hidup.

“Saya hanya minta keadilan. Setidaknya harapan saya, dia mendapat hukuman setimpal sesuai perbuatannya. Sebab dari masalah ini rumah tangga saya hancur, tidak dikasih biaya hidup selama satu tahun. Juga, saya sudah disiksa oleh dia. Bahkan saya sudah digugat cerai,”Pinta Hani Maichael di Gedung Pengadilan Negeri-Surabaya.

Terpisah. Menurut Prakitis Hukum Rully Titahelu SH digedung PN-Surabaya kepada Xtrempoint.com menjelaskan. Kasus kekerasan dalam rumah tangga sering dijumpai di Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama. Dan rata-ratanya kasus tersebut berakhir dengan putusan perceraian dan anaknya diterlantarkan oleh ayahnya.

Setelah disinggung xtrempoiint.com perkara Aji Wijaya Gunawan (34) yang melakukan kekerasan pada istrinya serta menelantarkan korban dan anaknya serta terdakwa tidak ditahan oleh Jaksa Neldy karena divonis mengalami gangguan jiwa.

Rullypun akhirnya buka suara. Menurut dia, dalam perkara ini semestinya Jaksa Penuntut Umum(JPU) menggunakan beberapa metode test kejiwaan atas terdakwa dengan melibatkan beberapa dokter

Sebab kata dia,menggunakan test dari beberapa dokter yang berbeda maka hasilnyapun obyektif karena dilakukan secara transparan.

“Dari hasil test beberapa dokter Pisikiater ini maka akan diketahui hasil yang sebenarnya. Ada atau tidaknya terdakwa ini ada gangguan iwanya.Kalau satu dokter saja,mana bisa jaksa dapat menyimpulkan kalau terdakwa memgalami gangguan jiwa,”Sambungnya.

Tambah Rully, seseorang yang telah divonis dokter mengalami gangguan jiwa semestinya dapat diamankan kerumah sakit jiwa sebelum membawa dampak buruk pada orang lain.

Mirisnya kata Pria berdarah Ambon itu,mana bisa orang yang selama ini mampu berkomunikasi baik dengan istrinya selama 5 tahun hinngga dikaruniawi dua anak bisa divonis gila oleh dokter

“Kalau terdakwa divonis gila kenapa Penyidik Polri dan Jaksa bisa melanjutkan kasus ini sampai ketingkat persidangan?. Kenapa awalnya tidak dilepaskan saja. Berarti saya anggap Polisi dan jaksa yang melanjutkan perakara ini, tidak beres juga. Karena orang gila kok diproses hukum,”Cetusnya.

Atas perbuatannya, Jaksa Neldy SH dari Kejari Surabaya mendakwakan terdakwa dengan UU KDRT, yakni Pasal 44 ayat(4). Dan terdakwa terancam 5 tahun [email protected] [RB]


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca