Jum. Agu 23rd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Tujuh Jaksa Diperiksa Kejagung, Satu Orang Staf TU Ditahan

2 min read
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi kepada Aspidum Kejati DKI Jakarta Agus Winoto merembet ke kasus lain.

Sebanyak tujuh orang jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang saat ini dipanggil dan diperiksa tim Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dasarnya adalah surat perintah penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-21/F.2/Fd.1/07/2019 tnggal 26 Juli 2019.

Berdasarkan surat tersebut, tujuh jaksa dipanggil dan diperiksa. Mereka adalah Kajari Kota Semarang Dwi Samudji, Staf TU Kejati Jateng Benny Chrisnawan, Jaksa Fungsional di Aspidsus Kejati Jateng Dyah Purnamaningsih, dan Jaksa Fungsional di Aspidsus Kejati Jateng Mursriyono. Empat jaksa tersebut dimintai keterangan, Selasa (30/7/2019).

Sedangkan Kasi Penuntutan di Aspidsus Kejati Jateng M Rustam Effendy, Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Kejati Jateng Adi Wicaksana, dan Bendahara Pengeluaran Kejari Semarang Sukanti Amd. Ketiganya dimintai keterangan sebagai saksi pada Rabu.

Untuk staf TU Kejati Jateng Benny Chrisnawan setelah diperiksa Selasa (30/7) , menurut informasi langsung ditahan di Kejaksaan Agung.

Langkah itu terkait dugaan pemerasan terhadap terdakwa kasus kepabeanan Surya Soedarma bin Lie Tjiek Jauw.

Surya Soedarma diduga telah dimintai uang sejumlah US$ 10.000 oleh Sadiman, saat menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng.

Permintaan uang itu tersadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat operasi tangkap tangan (OTT) Aspidum Kejati DKI Jakarta Agus Winoto dan pengacara Alvin Suherman dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta.

Di mana Alvin Suherman kebetulan juga menangani kasus kepabeanan dengan terdakwa Surya Soedarma.

Pihak yang menuntut dalam persidangan kasus kepabeanan dengan terdakwa Surya Soedarma adalah Kejari Kota Semarang. Tapi surat rencana penuntutan yang menandatangani adalah Kejati Jateng, dalam hal ini adalah Kajati.

Terkait kasus ini, Kejagung telah mengirim surat ke Kejati Jateng pada 26 Juli 2019. Surat Nomor B.1090/F.2iFd 1/07/2019 bersifat segera itu, ditandatangani Jaksa Utama Madya Dr A Agung Putra atas nama Jaksa Agung Muda Tidak Pidana Khusus Direktorat Penyidikan atas nama penyidik.

Isi surat intinya meminta Kejati Jateng membantu memanggil jaksa-jaksa yang bertugas di lingkup Kejati Jateng dan Kejari Kota Semarang untuk dimintai keterangan sebagai saksi sehubungan dengan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara tindak pidana kepabeanan atas nama terdakwa Surya Soedarma.@ [Dem].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca