Sen. Jul 22nd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Tiga Kejanggalan Pertimbangan Vonis Hakim Menurut Ahmad Dhani

2 min read

Ahmad Dhani/dok. Junaedi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Ahmad Dhani Prasetyo menilai terdapat kejanggalan akan vonis hakim yang menjatuhkan vonis satu tahun kepadanya. Musisi asal Surabaya ini menilai adanya beberapa hal yang diabaikan hakim dalam membuat pertimbangan putusan.

“Saya menyayangkan majelis hakim karena mengabaikan fakta-fakta persidangan”.kata Ahmad Dhani, di Gedung Pengadilan Negeri Surabaya (11/6).

Tiga hal Menurut Dhani, menjadi kejanggalan. Pertama Majelis hakim menurutnya mengabaikan keterangan ahli pembuat undang-undang ITE yakni Dr Teguh Afariadi dari Menkominfo yang menyatakan bahwa harus ada subjek hukum yang menjadi korban dan itu berupa orang perorangan bukan lembaga hukum atau apapun.

“Ini adalah ahli yang membuat undang-undang ITE jadi mengetahui isyarat hukumnya seperti apa. Kenapa harus ada subjek hukum? Supaya tidak mereka-reka. Maka dari itu harus ada subjek hukum yang jelas,” kata dia.

Masih kata Dhani, majelis hakim juga mengabaikan saksi dari JPU sendiri yakni saksi ahli pidana Yusuf Yakobus, yang menyatakan bahwa pasal yang dijeratkan Ahmad Dhani sama dengan pasal 315 KUHP bahwa penghinaan ringan itu berbeda dengan menuduhkan sesuatu.

“Untuk lebih jelasnya nanti biar dijelaskan kuasa hukum saya,”ujarnya.

Kemudian yang terakhir adalah fakta yang disembunyikan dalam pertimbangan majelis bahwa yang melaporkan Ahmad Dhani adalah pelaku persekusi yang sempat ia laporkan pada Polrestabes Surabaya dan itu sudah dijelaskan dalam fakta persidangan.

“Tiga hal ini yang diabaikan dalam persidangan,” tambahnya.

Disinggung adanya dugaan politisasi pada kasusnya, Ahmad Dhani tidak bersedia berkomentar.

“Saya tidak mau berbicara di luar hukum, kita bicara hukum formal saja. Saya tidak mau berbicara ini politik atau tidak,” ujarnya.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca