Tiga Anggota DPRD Surabaya Praperadilkan Kejari Tanjung Perak

Tiga Anggota DPRD Surabaya Praperadilkan Kejari Tanjung Perak

13/09/2019 0 By Redaktur: Junaedi S
Share:

XTREMPOINT.COM – Tiga orang anggota DPRD Kota Surabaya melayangkan gugatan (Permohonan) Praperadilan pada Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya. Tiga anggota dewan itu ataralain Ratih Retnowati, Dini Rinjati dan Syaiful Aidy.

Praperadilan itu dimohonkan oleh kuasa hukum mereka, Yusuf Eko Nahuddin untuk menggugurkan status tersangka yang disematkan oleh pihak kejaksan.

Yusuf menilai, penetapan tersangka oleh penyidik pada kliennya itu tidak memenuhi prosedur karena pihaknya belum menerima SPDP dari penyidik.

“Alasan praperadilan ini dikarenakan hingga saat ini pemohon belum menerima SPDP atas Sprindik Kajari Tanjung Perak Nomor Print-01/O.5.42/Fd.1/02/2018 Tanggal 08 Pebruari 2018,” kata Yusuf membacakan materi Gugatannya.

Dijelaskan Yusuf, apabila suatu kasus pidana itu naik ke tahap penyidikan sehingga muncul surat perintah penyidikan (sprindik), maka dalam kurun 7 hari sejak diterbitkannya sprindik tersebut surat pemberitahuan tanda dimulainya penyidikan (SPDP) harus dikirimkan ke pihak penuntut umum dan juga tersangka atau keluarganya.

Jika lebih dari kurun tersebut tidak dipenuhi, maka hal itu menurutnya  berpotensi menyalahi konstitusi. Hal tersebut didasarkan melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 130 Tahun 2015.

Yusuf menandaskan, penetapan tersangka pada tiga orang anggota dewan itu layak untuk dibatalkan. Dia juga memohon pada hakim tunggal Eko Agus Siswanto agar memberikan putusan se adil-adilnya.

Lebih dari itu, Yusuf meminta hakim untuk membatalkan Sprindik yang dikeluarkan oleh Kajari Tanjung Perak.

“Kami meminta agar Sprindik Kajari Tanjung Perak Nomor Print-01/O.5.42/Fd.1/02/2018 Tanggal 08 Pebruari 2018 tidak berlandaskan hukum dan harus dibatalkan. Dan apabila hakim memiliki pendapat lain, kami mohon putusan yang seadil-adilnya,”kata dia.

Diketahui sebelumnya, Kasus  korupsi Jasmas ini diklaim telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 4,9 Miliar. Angka itu diketahui melakui audit investigasi yang dilakukan oleh Badan Pemriksa Keuangan (BPK).

Selain tiga tersangka ini, masih terdapat tiga orang sejawat mereka dari kalangan anggota DPRD Kota Surabaya yang juga telah lebih dahulu dijebloskan ke Penjara.

Total sudah ada 6 orang anggota dewan yang sudah ditetapkan tersangka dan bakal menjalani proses hukum di Pengadilan.

Kasus Jasamas ini juga menyeret satu orang dari kalangan Pengusaha, yaitu Agus Setiawan Jong. Dia telah merasakan pengabnya jeruji besi Rutan Medaeng.

Agus Jong dalam perkara ini dijatuhi hukuman 6 tahun oleh Pengadilan Tipikor, Surabaya. Selain itu, ia juga dituntut untuk mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 4,9 milliar, atau diganti dengan aset miliknya yang nilainya setara.

Atas vonis itu, Agus Jong melalui kuasa hukumnya melakukan perlawanan dengan mengajukan upaya hukum [email protected] [Rep].


Share: