Singgung RUU, KPK Tidak Butuh Pasal Penghentian Penyidikan

Singgung RUU, KPK Tidak Butuh Pasal Penghentian Penyidikan

12/09/2019 0 By Redaktur: Junaedi S
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyatakan, kewenangan penghentian penyidikan dalam RUU KPK tidak dibutuhkan. Bahkan hal itu dinilainya sebagi suatu hal yang membahayakan.

KPK menurut Syarif, apa bila menangani suatu perkara korupsi sangatlah hati-hati dan obyektif. “Kewenangan menghentikan penyidikan bukan hanya tidak dibutuhkan, tetapi justru membahayakan.”kata Syarif.

Dia kembali mengingatkan, kewenangan penghentian penyidikan dalam draf RUU KPK dikhawatirkan menimbulkan penyalahgunaan kewenangan.

Baca:  KPK Jadi Algojo Tanpa Senjata

“Itu KPK harus hati-hati, jangan sampai abuse kekuasaan.”kata dia.

Dulu, sambung Syarif. Tidak ada kewenangan SP3, ditakutkan jangan sampai disalahgunakan, “menetapkan orang sebagai tersangka setelah ada bargaining dilepaskan, itu dianggap memperkuat, tapi berbahaya sebenarnya,” kata Syarif.

Selain itu, Syarif juga menyinggung adanya upaya pelemahan terhadap lembaga antirasuah ini yang dilakukan pihak tertentu. Salah satunya juga terkait dengan revisi UU KPK dan proses seleksi calon pimpinan dimana ada peserta yang lolos dianggap tidak layak karena melanggar kode etik.

Baca:  Tolak RUU, Puluhan Pegawai KPK Lakukan Aksi

Dalam pelaksanaan tugas, KPK berharap ada dukungan dari berbagai pihak. Sebab, jika dalam penanganan perkara-perkara besar yang bukan tidak mungkin melibatkan kekuatan besar yang selama ini menikmati hasil korupsi tanpa mau terganggu.

Perihal adanya upaya-upaya yang diduga diskenario untuk melemahkan seperti memangkas kewenangan KPK akan berpengaruh dan beresiko terhadap penanganan perkara korupsi.

“Bukan tidak mungkin kasus-kasus korupsi dengan nilai yang besar dan dilakukan oleh pejabat tinggi ataupun pihak swasta akan lebih sulit atau tidak mungkin tersentuh jika KPK terus dilemahkan,” kata Syarif dalam poin terakhir konferensi persnya.

Baca:  Ada Resiko Penyidik KPK Dibawah Pengawasan Polri

Saat ditanya lebih lanjut siapa yang dimaksud dengan pihak yang terganggu. Sayangnya, Syarif enggan menjelaskan lebih jauh. “Nanti kita berikan update-nya,”[email protected] [B1/HK/Jn].

Shares