Jum. Jul 19th, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Sekilas Tentang Parkour Atau Yamakasih, Salah Satu Olah Raga Ekstrim

3 min read
Laporan: Jefry Yakuza

Ilustrasi/repro

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Bermula dari kegelisahan sekelompok anak muda di Perancis, parkour akhirnya dikenal mendunia. Tokoh olahraga ekstrim ini adalah David Belle, yang disebut-sebut sebagai founder Le Parkour. Dalam bahasa Perancis, Le Parkour berarti “seni berpindah”. Pada dasarnya, olahraga ini memamerkan kemampuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya secara efisien dan secepat mungkin. Tujuan utamanya adalah berpindah dari poin A ke poin B dengan menggunakan kekuatan tenaga dan keindahan gerak.

Parkour adalah sebuah olahraga yang unik. Begitu unik, sampai olahraga ini sulit untuk diajarkan. Sebab, hakekat parkour adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan memanfaatkan prinsip gerak tubuh manusia. Kekuatan menjadi faktor penting dalam parkour, meski kuat saja tidaklah cukup untuk mengarungi olahraga yang tergolong ekstrim ini. Selain kuat, aktivitas ini juga sangat mengandalkan kecermatan dan logika dasar fisika. Keunikan fisik setiap orang dan karakteristik tempat yang berbeda-beda inilah yang membuat ilmu parkour sulit untuk di transfer. Setiap orang dituntut untuk menggunakan akalnya masing-masing.

Parkour secara spesifik lahir di kota urban. Karena itu ciri khas olahraga ini adalah set urban dimana terdapat lebih banyak bangunan yang berhimpitan ketimbang lapangan luas. Parkour jadi identik dengan meloncat dari satu gedung ke gedung lainnya, dari atap kemudian mengatasi tembok untuk sampai ke atap lainnya secara ekstrim. Olahraga ini memang diciptakan untuk mengatasi rintangan demi rintangan. Suatu hal yang kemudian menjadi filosofi parkour, yaitu mengajarkan orang untuk tidak mudah menyerah menghadapi rintangan dalam hidup.

Meski masih berada di area abu-abu dunia olahraga, tetap saja parkour mengandung beberapa unsur olahraga. Diantaranya adalah ilmu beladiri, gym, dan akrobat. David Belle sendiri dikabarkan pernah belajar ilmu beladiri dan ikut dalam kegiatan gymnasticsjauh sebelum dia melahirkan parkour. Jika ilmu beladiri adalah ilmu yang mengajarkan fighting, maka parkour adalah “departemen khusus” dalam ilmu beladiri yang mengajarkan orang untuk flighting-atau menyelamatkan diri dari ancaman.

Walau terbilang baru, olahraga ekstrim ini tidak muncul begitu saja. Parkour sangat berhubungan erat dengan apa yang disebut “Natural Methods of Physical Culture”, sebuah ilmu pertahanan dalam dunia militer yang diperkenalkan oleh Georges Hebert di awal abad 20. Para tentara Perancis di Vietnam terinspirasi menggunakan metode ini yang kemudian mereka beri nama parcours du combattant. Sebuah metode menyelamatkan diri dari rintangan demi rintangan menggunakan kekuatan dan keunikan struktur tubuh manusia. David Belle sendiri sempat diajarkan metode ini oleh ayahnya, Raymond Belle, yang tak lain adalah seorang tentara Perancis.

Bersama seorang temannya (Hubert Kounde), David Belle mengubah istilah “parcours” menjadi “parkour” agar terdengar lebih agresif dan dinamis. David kemudian mengembangkan aktivitas ini bersama Sebastien Foucan. Mereka berdua akhirnya dikenal sebagai founding fathers, dan bersama pionir parkour lainnya kemudian berhimpun dalam sebuah komunitas pecinta parkour yang diberi nama “Yamakashi”. Nama ini diambil dari kosa kata Lingala, bahasa yang digunakan di Congo yang berarti “strong spirit, strong body, strong man”. Ketika Yamakashi difilmkan, David Belle dan Sebastien Foucant termasuk kelompok yang tidak setuju dan memutuskan keluar dari Yamakashi. Mereka mengatakan bahwa itu sebagai “prostitution of the art”.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah parkour juga sudah mulai dikenal? Meski terbilang baru, kegiatan ekstrim ini dapat pula ditemui di beberapa kota di Indonesia. Yang paling menonjol saat ini adalah komunitas penggemar parkourdi kota Malang. Mereka dikenal dengan nama “Play On”, sementara di Bandung terdapat pula kelompok anak-anak muda pecinta parkour dengan nama “IKOMParkour”. Selain Bandung dan Malang, dapat pula ditemui beberapa traceur(sebutan untuk pelaku parkour) di beberapa kota lain seperti Jakarta dan Yogyakarta.

Di sejumlah milis, para traceur Indonesia nampak mulai berkomunkasi satu dengan lainnya untuk menghimpun kekuatan. Dalam sebuah milis dihimbau agar para traceur Indonesia mengadakan semacam lokakarya untuk menyamakan visi dan bertukar informasi. Meski terbilang komunitas kecil, traceur Indonesia cukup aktif dan updated  isu-isu terbaru parkour. Dalam situs YouTube, Anda bisa menyaksikan aksi seorang traceur Indonesia asal Yogya yang berloncatan di sebuah lokasi sekitar taman kebudayaan.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca