Sen. Jul 22nd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Rakyat Cerdas Dan Potensi Serangan Kantor KPU

2 min read

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) memberi keterangan pers usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta, Kamis (18/4). Mereka mengimbau agar masyarakat tidak melakukan mobilisasi apapun terkait kemenangan ataupun ketidakpuasan dengan Pemilu 2019. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT – Antisipasi berlebihan dialakukan oleh TNI pasca proses pemilihan umum (pemilu) 2019, mulai persiapan alutista hingga patroli bersama antara TNI dan Polri. Tujuannya adalah mengantisipasi demonstrasi bahkan Panglima TNI Marsesakal Hadi Tjahjanto memprediksi bakal ada yang melakukan penyerangan pada kantor penyelenggara pemilu atau KPU.

“Dapat terjadi aksi untuk melaksanakan unjuk rasa atau penyerangan terhadap kantor penyelenggara pemilu KPU, Bawaslu, dan sebagainya yang sudah kami prediksi dan siagakan dengan Kapolri (Jenderal Tito Karnavian),‚ÄĚkata Marsekal Hadi yang dikutip Indonesia inside. Selasa (7/5).

Yang pertama dapat dipahami disini adalah adanya upaya sebuah pembentukan opini dimasyarakat bahwa ke adaan negara benar-benar genting dan membahayakan. Padahal statement seperti itu didasarkan pada beberapa postingan beberapa media sosial (Medsos) yang terkadang juga kurang dapat dipercaya.

Akhir-akhir ini memang di medsos banyak kecaman-kecaman yang menuding adanya kecurangan pada proses pemilu khususnya pilihan presiden. Dimana netizen mengumbar dan mengunggah beberapa potongan vidio yang mengindikasikan adanya kecurangan.

Adapun demikian, tidak jarang banyak akun-akun palsu yang memang sengaja memperkeruh keadaan sehingga menimbulkan pro dan kontra dimasyarakat.

Potensi adanya serangan pada kantor KPU yang diprediksi oleh panglima adalah semacam hipotesis yang perlu dibuktikan kebenarannya. “Mendung belum tentu hujan.”

Dugaan adanya serangan hingga mengerahkan Alustista yang diumumkan melalui media seperti halnya “menciptakan suatu kondisi” dimana masyarakat juga turut ketir-ketir bahkan semacam suasana yang mencekam akan terjadi.

Sampai pada hari ini, meskipun ada banyak dugaan kecurangan pemilu, tidak ada satupun kantor KPU yang diserang oleh kelompok atau pihak tertentu. Dalam artian kondisi sekarang adalah”aman”.

Kalaupun ada protes-protes pada KPU, sepanjang pengamatan sejauh ini hanya protes protes kecil yang dilakukan sejumlah pihak dari internal partai dan tidak ada hubungannya dengan masyarakat.

Mereka yang melakukan protes pada umumnya bukan memprotes KPU, melainkan dugaan kecurangan yang terjadi oleh oknum. “Jadi berpikirnya harus cerdas”.

Kita yakin rakyat Indonesia bukan rakyat “Tempoe Doeloe” yang mudah untuk diprovokasi atau digerakkan untuk kepentingan tertentu. Apa lagi untuk memenuhi ambisi golongan.”tidak akan pernah terjadi”.

Rakyat saat ini juga tidak dapat dipengaruhi dengan kondisi-kondisi Maya, yang hanya berdasarkan dugaan.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca