Jum. Agu 23rd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Pungli, Bendahara ESDM Pemprov Jatim Ditahan

2 min read
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Penyidik Polda Jatim hari ini melimpahkan berkas sekaligus tersangka pungli perizinan dilingkup Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Ali Hendro Santoso (AHSN), kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Kamis (1/8) pukul 13:00 WIB.

Kasi Intelijen Kejari Surabaya Fathur Rohman menerangkan, tersangka sebelumnya menjabat sebagai Bendahara bidang evaluasi dan pelaporan Dinas Kementrian ESDM Provinsi Jatim.

“Kita menerima pelimpahan tahap dua dari penyidik, terhadap tersangka AHSN dalam perkara dugaan Pungutan Liar di ESDM, dia statusnya PNS,”terang Fathur Rohman, di Gedung Kejari Surabaya.

Tersangka, diperiksa selama kurang lebih 3 jam dilantai tiga pada Gedung Kejaksaan Negeri Surabaya. Setelah melakukan serangkaian administrasi, AHSN langsung ditahan.

“Hari ini kita tahan hingga 20 hari kedepan mulai  tanggal 1 sampai dengan 20 Agustus di Rutan Klas I Medaeng cabang Kejati Jatim,”imbuh Fathur.

Dijelaskan Fathur, tersangka terjaring Operasi Tangkap Tangan petugas Polda Jatim pada tanggal 1 Oktober Januari 2018 lalu sekira pukul 12.40 WIB. AHSN menurut Fathur melakukan pemerasan pada seorang pemohon ijin Galian C bernama Nurul Andari.

Tersangka meminta biaya tak resmi sebesar Rp. 50 juta, kepada Nurul sewaktu ia mengajukan Permohonan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi untuk Komoditas Pasir dan Batu seluas 5,55 Ha yang berlokasi di Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Jatim.

“Yang bersangkutan ini meminta uang sebesar Rp. 50 Juta kepada pemohon, agar izin-nya bisa keluar”paparnya.

Tersangka dalam kasus ini dijerat menggunakan pasal 12 E dan Pasal 11 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor).


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca