Menyibak Fenomena Gambar Dilangit Yang Muncul

Menyibak Fenomena Gambar Dilangit Yang Muncul

12/09/2019 0 By xtrempoint
Share:

XTREMPOINT.COM – Akhir-akhir ini banyak sekali fenomena-fenomena alam terlihat seperti sempat viral beberapa waktu lalu sekitar 2016-2017 ada penampakan diatas awan gambaran entah apa. Namun, banyak juga yang berasumsi itu hanyalah editan dan lain sebagainya hingga banyak sekali komentar-komentar mulai bermunculan ada yang mengatakan itu pertanda akhir jaman ada juga yang mengatakan kiamat sudah dekat berbagai macam versi.

Belum lagi adanya kecelakaan di tol cipularang dan isu adanya ular gaib raksaksa yang keluar dari sarangnya hingga mengakibatkan kecelakaan beruntun. Namun menyikapi hal semacam itu adalah sebagai pengingat saja agar kita semakin eleng lan waspodo (ingat dan waspada).

Tentang akhir zaman yang sering dikait- kaitkan dengan Kiamat.!! yang juga dinamakan keadaan akhir zaman dimana situasi keadaan kehidupan manusia itu sudah diambang titik puncak kekacauan (Caos) dan itu bisa dilihat secara nyata dalam kehidupan sehari-hari dan sangat nyata.

Masalah Kiamat dalam hal ini kiamat besar (Kubro) tak satu orangpun yang akan tau kapan hal itu terjadi, akan tetapi kiamat kecil dapat didefinisikan saat ajal atau kematian terjadi pada makhluk.

Saat kematian menghampiri alam sudah beralih ke dunia yang abadi di alam semesta.! Sedangkan kiamat kubro yang seperti digambarkan di film-film atau dongeng dimana dunia ini hancur berkeping-keping dan sangat mengerikan itu yang tak dapat dijelaskan sebab itu adalah Rahasia Tuhan yang Maha Kuasa.

Benarkah Saat Ini Sudah Mendekati Akhir Zaman

Awan yang menyerupai bentuk bibir ini dipotret oleh Peter Beardsley/BNPS

Saat ini marilah kita renungkan dan perhatikan seksama benarkah saat sekarang ini sudah akhir zaman dan sudah dititik puncak kekacauan, moral manusia semakin jatuh, akidah semakin memudar, kemusyrikan dan kejahatan semakin merajalela dan masih banyak lagi.

Diakhir zaman memang bakalan banyak kejadian yang tidak sejalan dengan kebenaran sebagaimana mestinya.

Penghasilan semakin meningkat, tapi ketentraman jiwa semakin berkurang.

Uang memang semakin banyak, usaha maju terus, bisa beli ini beli itu, tapi anehnya ketentraman jiwa malah semakin berkurang. Padahal dulu menyangka kalau harta bisa menentramkan jiwa, tapi ternyata tidak.

Ketenangan jiwa semakin berkurang karena kita terlalu mencintai dunia dan lupa pada urusan akhirat.

Ilmu semakin tinggi, akhlak semakin rendah, anyak orang yang ilmunya tinggi, gelar dan pangkatnya banyak, tapi dia memiliki akhlak yang rendah. Ilmunya yang banyak telah membuatnya jadi orang sombong hingga lupa pada kesalahan diri sendiri. Akhlak itu lebih utama dibandingkan dengan ilmu.

Banyak tempat ibadah mewah, tapi kosong akan hidayah rumah ibadah sekarang dibuat sebesar dan semewah mungkin. Namun isinya kosong dari hidayah. Orang-orang lebih suka mengunjungi mall dan tempat hiburan dibandingkan dengan rumah ibadah.

Pengobatan makin canggih, tapi kesehatan semakin memburuk. Jika dibandingkan dengan zaman dulu, pengobatannya masih menggunakan metode yang sangat tradisional, tapi orang-orangnya sangat sehat, jarang yang sakit dan kuat. Namun sekarang, metode pengobatan makin canggih, tapi banyak orang yang daya tahan tubuhnya lemah, sedikit-sedikit sakit.

Jumlah manusia semakin banyak, rasa kemanusiaan semakin menipis. Dari hari ke hari, jumlah manusia semakin banyak hingga memenuhi bumi ini. Sayangnya, rasa kemanusiaan di setiap individu semakin berkurang.

Rasa kepedulian terhadap sesama, rasa ingin menolong sudah mulai memudar. Kebanyakan lebih mementingkan diri sendiri dan keuntungannya sendiri, tak peduli meskipun orang lain menderita.

Orang yang rendah ilmu banyak bicara, orang yang berilmu banyak berdiam. Diakhir zaman bakalan banyak orang yang hatinya dipenuhi dengan kemunafikan tapi suka berbicara soal kebenaran sementara dirinya sendiri tidak mau menerima kebenaran itu.

Dia suka mengatakan sesuatu yang salah tapi menurutnya benar, hingga banyak yang tersesat karena perkataannya.

Sementara orang yang banyak ilmunya enggan berbicara dan enggan menyebarkan kebaikan. Dia lebih memilih diam karena kurangnya rasa peduli.

Tontonan makin banyak, tapi tuntunan semakin berkurang. Perkembangan teknologi telah membuat banyak orang lalai dari mencari tuntunan. Kebanyakan lebih asyik nonon media sosial, film dan televisi dibandingkan dengan mencari tuntunan dalam jalan kebenaran.

Teman Maya

Memiliki banyak teman fiksi, tapi tidak punya teman sejati. Sekarang orang-orang lebih mengutamakan kehidupan di dunia maya (facebook,twitter,instagram dsb).

Teman fiksi memang banyak, tapi teman sejati yang mau menasehati dan mengajak dalam kebanaran sama sekali tidak punya.

Pakaian semakin bagus, hati semakin rusak. Dihadapan manusia, orang yang berjas dan berdasi dianggap lebih mulia dibandingkan dengan orang yang pakaiannya lusuh seperti orang miskin. Tapi di depan tuhan, orang yang pakainnya lusuh bisa jauh lebih mulia dibandingkan dengan orang yang pakainnya bagus, berjas dan berdasi.

Contoh saja orang yang terkena kasus korupsi, mereka memang berjas dan berdasi, tapi mereka tega mencuri uang rakyat demi kepentingannya sendiri.

Kebenaran banyak yang memusuhi, kesesatan banyak yang mengikuti. Salah satu kondisi yang menandakan akhir zaman adalah kebenaran semakin dijauhi, tapi kesesatan banyak yang mengikuti. Orang-orang yang berada dalam jalan kebenaran banyak dimusuhi, difitnah dan dicaci maki, tapi orang yang berada dalam kesesatan banyak [email protected] (Jeff MD)


Share: