Menjadi Praktisi Spiritual

Menjadi Praktisi Spiritual

12/09/2019 0 By xtrempoint
Share:

Untuk bisa menjadi seorang Praktisi Spritual mungkin anda akan membutuhkan waktu seumur hidup untuk mendalami hal itu.

Praktisi spiritual adalah orang yang berusaha menemukan kontemplasi mendalam keteraturan dalam kekacauan dan mengumpulkan sebab dari keteraturan ini.

Siapapun yang ingin membangun keterhubungan secara pribadi dengan dunia spiritual sebagai pemikir hal-hal spiritual, yang pertama dilakukan adalah mempelajari cara untuk membangun dasar-dasar dalam berkontemplasi, berdoa, dan bermeditasi, termasuk cara memperdalam praktik dari hal-hal tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang sesungguhnya.

Para praktisi spiritual yang religius mendasari keyakinan mereka pada kekuatan yang lebih tinggi yang menciptakan dan mengendalikan kehidupan dan semua orang yang ada di dalamnya.

Para praktisi spiritual yang religius juga mendasari keyakinan mereka dengan berlatih melakukan pertapaan dan meditasi sebagai cara yang paling sesuai untuk memahami kehidupan ini.

Adapun demikian, praktisi spiritual Tidak selalu harus religius, meskipun pada umumnya mereka adalah orang-orang yang religius.

Penulis teori fisika kuantum dan para psikolog yang mempelajari teori Jung sering menggunakan pandangan spiritual untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.

Pendek kata, Apa pun sistem, keadaan, atau praktik yang dapat mendasari keyakinan Anda untuk bisa menjadi seorang sepiritualis, maka gunakanlah sistem itu.

Praktisi Spiritualis haruslah menampakkan aura positif. Berusahalah mencari keteraturan dan keseimbangan dalam kehidupan, dan bukan menekankan pada perbedaan dan kesenjangan.

Fokus

Ilustrasi (Ist)

Setiap hal yang dilakukan memerlukan perhatian lebih, tak terkecuali Praktisi Spiritual. Fokuslah pada apa yang ada dihadapanmu.

Fokuskan perhatian untuk menjaga kesehatan tubuh, menenangkan diri, menikmati apa yang di makan.

Jika Anda sedang membaca koran, fokuskan perhatian Anda pada mempelajari sesuatu, membaca kata-katanya, dan memahami konsepnya.

Bagi seorang praktisi spiritual, pengalaman pribadi dalam hal spiritualitas selalu lebih kuat pengaruhnya dan lebih penting daripada pelajaran melalui buku atau apa yang didengar.

Fokuskan perhatian Anda pada saat ini. Seorang praktisi spiritual harus memusatkan diri dan fokus sepenuhnya setiap saat, tidak membiarkan dirinya terganggu oleh peranti elektronik, stres, atau jadwal yang padat diluar dunianya.

Bertanyalah Pada Pribadi

Ilustrasi (Ist)

Seorang praktisi spiritual menginginkan adanya hubungan pribadi dengan kehidupan spiritual dan dirinya sendiri, bukan perkataan orang lain.

Kebijaksanaan yang diturunkan atau ajaran dengan kata-kata klise sering kali dipertanyakan oleh mereka.

Jika Anda ingin membangun hubungan antara kehidupan spiritual Anda dengan kehidupan duniawi, baik secara fisik maupun nonfisik, mulailah mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Apa pun agama atau pengetahuan spiritual Anda, belajarlah untuk memahami pertanyaan-pertanyaan sederhana ini.

  1. Mengapa kita ada di sini?
  2. Apa yang dimaksud dengan menjalani kehidupan yang baik?
  3. Siapa saya?
  4. Apa yang terjadi jika kita sudah meninggalkan dunia ini?
  5. Apa artinya kematian yang akan saya alami?

Percayalah pada intuisi Anda

Ilustrasi (Ist)

Mengajukan pertanyaan besar diatas bukan hanya sekadar penting, tetapi agar Anda percaya bahwa kata hati Anda akan mengarahkan Anda kepada jawaban yang Anda cari.

Percayalah kepada diri sendiri. Kembangkanlah intuisi Anda dan ketergantungan Anda pada diri sendiri.

Hilangkan keraguan dan percayalah bahwa Anda akan memiliki keyakinan untuk menemukan apa yang sedang Anda [email protected] [Pradipta].


Share: