Kam. Agu 22nd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Lesbumi NU Jatim Tuntut Pengumpat Kyai Nuruddin Minta Maaf

2 min read
Kericuhan sidang Gus Nur di PN Surabaya

Jazuli sekretaris Lesbumi PW NU Jatim/dok. Junaedi (xtrempoint.com)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Jawa Timur, menuntut oknum yang mengatai Kyai Nuruddin dengan kata “PKI”. Meminta maaf dalam waktu satu kali 24 jam.

Pernyataan itu diutarakan oleh Sekretaris Lesbumi NU Jatim Jazuli. Dia menyatakan pada prinsipnya pihaknya telah memaafkan. Namun secara institusional pernyataan maaf itu harus langsung disampaikan pada Kyai Nuruddin yang merupakan pengurus PW NU Jatim.

“Sekarang karena yang panjenengan [Anda] maki-maki, njenengan tuduh itu salah satu Kiyai kita, Pengurus PW NU Jatim. Panjenengan buat pernyataan. Datang ke PW NU, meminta maaf dalam waktu 24 jam, kalau panjenengan 24 jam tidak melakukan itu akan kita lanjut.”ujar Jazuli yang melakukan proses mediasi di halaman gedung Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (14/6).

Pria yang melontarkan kata “PKI” tersebut bernama Salim Ahmad. Dia mengaku kelahiran Gorontalo dan tinggal di malang. Dia juga mengaku mengikuti pengajian di Masjid Ampel, Surabaya.

Salim menyatakan bukan bagian dari ormas FPI, dan meminta maaf atas kejadian itu. Dia bahkan mengaku sebagai warga NU.

“Saudara-saudaraku Ansor, Banser, NU. [Nahdlatul Ulama], hari ini saya menyatakan minta maaf yang sebesar-besarnya atas ketersinggungan anda [Sampean] semua, terimakasih Wssalamualaikum.” Ucap Salim.

Salim Ahmad meminta maaf pada Banser dan Ansor/dok. Junaedi (xtrempoint.com)

Permintaan maaf itu kemudian dijawab oleh Jazuli agar Salim meminta maaf pada pihak yang bersangkutan langsung, yakni Kyai Nuruddin.

“Mohon maaf sekali lagi apa yang panjenengan (anda) katakan pada prinsipnya kami sudah memaafkan. Tetapi secara institusional panjenengan sudah menghina, melecehkan Marwah martabat Kyai kami.”ujar Jazuli.

Sebelumnya, sempat terjadi kericuhan usai proses persidangan terdakwa Sugi Nuraharja alias Gus Nur yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya.

Salah seorang anggota Banser dari Waru Sidoarjo, H. Abdurrahman menyatakan, dia mendengar adanya perkataan “PKI” ditujukan pada KH. Nuruddin oleh salah seorang pengunjung sidang, saat ia berjalan keluar dari ruang persidangan setelah bersaksi.

“Kyai Nuruddin berjalan keluar (ruang sidang) [Kemudian] ada orang yang mengatakan ‘Awas PKI’ lewat.”Kata Abdurrahman pada Xtrempoint.com, di luar Gedung PN Surabaya, Kamis (13/6).

Menurut Abdurrahman, saat itu dia mendengar dengan telinganya sendiri orang tersebut melontarkan kata itu.

“[Spontan] saya tarik tangannya, tapi teman-teman-nya yang lain menghalangi. Posisi saya saat itu sendirian.”kata dia.

Kabar adanya umpatan “PKI” itu kemudian terdengar pada ratusan massa Banser yang berada diluar gedung Pengadilan.

Ketegangan tidak dapat dihindarkan. Ratusan massa Banser, Ansor dan Pendekar Pagar Nusa yang merupakan sayap organisasi dari Nahdlatul Ulama (NU) langsung berkumpul di depan pagar Gedung Pengadilan Negeri Surabaya.

Mereka berusaha merangsek masuk ke dalam Gedung PN Surabaya. Beruntung aksi itu dapat dihalau oleh pihak kepolisian yang sudah siap siaga di halaman Gedung.@ [Ahay/Jun]


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca