Jum. Agu 23rd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

LBH Tri Daya Cakti Ungkap Kejanggalan Dibalik Keterangan Saksi Dan BAP

2 min read

Foto persidangan oleh: Roby

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Foto persidangan oleh: Roby

XTREMPOINT.COM – Kalau berbicara ungkap- mengungkap suatu kejanggalan dalam perkara pidana. Jangan ditanya lagi,Lembaga Bantuan Hukum Tri Daya Cakti paling jeli menganalisa perkara.

Lihat saja, seperti pengungkapan perkara narkoba jenis sabu yang melilit Nur Eko warga Jelidro Surabaya yang ditangkap Anggota Reskoba Polrestabes Surabaya pada 22 Maret 2019 di Jl. Jelidro depan Alfamart.

Semula penangkapan Nur Eko karena berdasarkan laporan Masyarakat setempat.

Dalam penangkapan itu,Polisi atau saksi Eko Kuntono dan Roni berhasil menyita sabu sisa pakai atau kerak milik terdakwa seberat 0,011gram.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, diapun dibawa ke Polrestabes. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan hingga dilakukan test urine oleh Polisi, dia dinyatakan negatif dari pengaruh narkoba.

Kemudian Kamis (08/08) perkara Nur Eko inipun kembali dibuka oleh Harianto Ketua Majelis Hakim, dengan agenda keterangan saksi penangkap,yakni Eko Kuntono dan Masqori.

Namun, kedua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut, Rini NT SH tersebut ketika ditanya kuasa hukum terdakwa dari LBH Tri Daya Cakti soal test urine, saksi menyebut terdakwa Negatif dari pengaruh narkoba.

“Tadi ditanya kita jawab Eko Kuntono,negatif. Tapi didalam BAP disebut positif. Berarti ada yang tidak sesuai antara keterangan mereka (saksi) dan BAP. Ini suatu kesalahan yang harus perlu disikapi secara tegas oleh Pak Harianto selaku Ketua Majelis Hakim. Karena ini menyangkut nasib terdakwa,”Ujar Advokat LBH Tri Daya BriyanCakti, Briyan Emanurio SH Cs digedung PN-Surabaya.

Dia menjelaskan bahwa kliennya adalah korban selaku pengguna. Yang mana bila dikaji dari keterangan saksi hingga BB, semestinya terdakwa hanya dikenakan pasal tunggal, yakni Pasal 127.

“BB tidak sampai satu gram bahkan itupun minim, diambil dari kerak. Sehingga menurut kami (Kuasa Hukum) terdakwa. Dengan adanya tambahan Pasal 112 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 sudah terang-terangan Jaksa menunjukan sikap yang tidak baik. Karena tidak menjalankan prosedur yang benar dan mencederai rasa keadilan,”Tandas Briyan.@ [RB].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca