Kurang Paham Cara Mengambil Tilangan Di Kejari Surabaya, Pelanggar Banyak Mengeluh

Kurang Paham Cara Mengambil Tilangan Di Kejari Surabaya, Pelanggar Banyak Mengeluh

27/09/2019 0 By Reporter: Roby
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya hari ini, Jumat (27/9) terus dibanjiri sekitar 14 ribu pelanggar lalu lintas yang ingin mengambil tilangan secara manual. Padahal, pengambilan tilang dapat dilakukan melalui Kantor Pos atau sistem layanan Delivery Tilang milik Kejari Surabaya.

Salah seorang pelanggar yang hendak mengambil tilangan hari ini menyatakan kecewa. Alasannya, tempat untuk menunggu antrean pengambilan tilang disebutnya tidak memadai.

“Kecewa, kami kesini (Kejaksaan) dari jam 09.00 WIT. Tapi sampai jam segini yakni 15.30 belum juga dipanggil untuk menyelesaikan tilangan. Belum lagi, ruang tunggu kayak gini. Setidaknya dibuat ruang tunggu yang memadailah. Sehingga kami tidak terlantar seperti ini,”keluh Erick, salah satu pelanggar Lalin saat ditemui di halaman gedung Kejari Surabaya, Jumat (27/9).

Arif, pelanggar Lalulintas asal Kabupaten Bojonegoro, juga mengatakan hal yang sama. Dia menyoal nomer urut antrean yang ia umpamakan dengan sebuah protokol.

Baca:  Sepakat Beli Sabu, Keempat Terdakwa Dijatuhi Hukuman 3 Tahun Penjara

“Rumah sayakan jauh yakni Bojonegoro. semestinya dinomer urut (antrean) disebut jam berapa diambil, dan berapa yang harus kami bayarkan. Misalkan kalau pembayarannya lebih dari uang yang saya sediakan, kira-kira saya harus cari tambahan dimana..?,”Ucapnya.

Sebelumnya, Kejari Surabaya telah mensosialisasikan layanan delivery tilang atau disebut Si Anti Ribet (Siap Antar Tilang Ke Rumah dengan Cepat) yang berlaku sejak 21 Juni 2016 lalu.

Caranya, cukup kirim SMS atau pesan WA ke nomor 08585.1996.000, SIM atau STNK yang sebelumnya disita petugas akan diantar ke rumah. Dalam layanan ini, jika melalui SMS cukup kirim nomor pelanggar, nomor tilang dan tanggal sidang.

Sedangkan lewat WA, cukup mengirimkan foto surat tilang saja dengan mencantumkan alamat untuk petugas pengantar. Warga yang memanfaatkan layanan ini cukup menyiapkan uang denda tilang sesuai putusan pengadilan, plus Rp 20.000 untuk jasa pengirimannya.

Baca:  Kejari Surabaya Tahan Dua Tersangka Lagi Terkait Kasus LPDB KSU Mitra Lestari

Selain itu, pihak Kejaksaan juga telah Bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Surabaya), untuk memudahkan para pelanggar mengambil surat tilangan.

Layanan ini dinamakan JakPos atau (JaksaPos). Kejari Surabaya telah bekerja sama dengan 52 cabang kantor Pos yang ada di Surabaya.

“Kami sudah bekerjasama dengan 52 Cabang Kantor Pos Surabaya,”terang Kasi Intelijen Kejari Surabaya Fathur Rohman.

Melalui JakPos tersebut, Kata Fathur, masyarakat sudah tidak perlu lagi datang ke Kantor Kejaksaan untuk mengantri mengambil bukti tilang.

“Cukup datang ke Kantor Pos terdekat, bayar dendanya, bukti tilangnya dikirim ke alamat pengiriman,”katanya.

Berikut Alur Pembayaran Denda Tilangnya :

  • 1. Datang ke Kantor Pos Terdekat
    persyaratannyanya, membawa form tilang biru (asli dan foto copy) serta foto copy KTP.
  • 2. Mengisi Formulir Alamat Pengiriman
  • 3. Membayar Denda Tilang
  • 4. Mendapatkan Resi Pembayaran Denda Tilang Resmi
  • 5. Bukti Tilang Dikirim oleh Kantor Pos langsung ke Alamat Pengiriman.
Shares