Jum. Agu 23rd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Kuasai Sabu 5 Gram, Pria Ini Dituntut Pasal Berlapis

2 min read

Foto oleh; Roby

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Sidang perkara pidana narkoba atas nama terdakwa Zainal Arifin alias Bogel akhirnya kembali memasuki tahap agenda keterangan saksi verbalisan yang dihadirkan oleh JPU Anggraini SH dari Kejari Surabaya.

Pria 33 tahun asal Jalan, Petemon III Surabaya ini kedapatan menyalagunakan narkotika jenis sabu yang dilarang oleh Negara. Untuk mendapatkan kepastian hukum, dia kini diadili dan masih menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dihadirkannya saksi verbalisan dari Polrestabes Surabaya saat ini guna diklarifikasi (Konfrontir) antara keterangan terdakwa dan saksi pada saat terjadi penangkapan.

Diterangkan saksi, perkara ini bermula pada Sabtu 04 Mei 2019 sekira pukul 15,00 Wib, saat terdakwa Zainal Arifin alias Bogel berada di pinggir jalan kawasan Simosidomulyo Surabaya menunggu Samsul (DPO) bermaksud akan membeli sabu sebanyak lima gram, seharga Rp 5 juta.

Namun dari kesepakatan harga tersebut, terdakwa baru membayar sebesar Rp 2 juta dan sisanya akan dibayar jika barang (sabu) tersebut sudah laku terjual, menurut keterangan saksi atas pengakuan terdakwa bahwa sebagian sabu tersebut telah dijual oleh terdakwa kepada Ari, Latif, Ari Chandra Irawan, Nopen, dan Abah Aris, sehingga sabu tersebut tersisa dua poket dengan berat masing masing 1,41 gram dan 0,38 gram.

Selanjutnya pada Selasa 07 Mei 2019 sekira pukul 00,30 Wib, petugas dari Polrestabes Surabaya yang sudah mencium perbuatan terdakwa melakukan penangkapan terhadap terdakwa yang saat itu berada didalam kamar mandi rumahnya jalan Petemon.III Surabaya.

Saat di lakukan penggeledahan, petugas mendapatkan BB berupa dua bungkus plastik berisi sabu seberat masing masing 1,41 gram, 0,38 gram, satu bendel plastik klip kosong, satu bungkus rokok Gudang Garam yang ditaruh di meja televisi dalam kamar terdakwa, satu unit HP merk Samsung serta uang tunai sebesar Rp 950 ribu dan satu buah kartu ATM BCA.

Ketika terdakwa ditanya Hakim terkait keterangan saksi, semua di benarkan oleh terdakwa, atas perbuatannya itu terdakwa terancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.@ [Rob]


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca