Keluarga Johny Widjaya Kompak Jadi Saksi Kasus Pemalsuan

Keluarga Johny Widjaya Kompak Jadi Saksi Kasus Pemalsuan

07/10/2019 0 By Reporter: Roby
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPH) Sabetania SH dari Kejati Jawa Timur memberondong pertanyaan pada lima saksi dalam kasus pidana pemalsuan surat yang menjerat Idandy Mellanda dan Girandi Gania sebagai terdakwa.

Para saksi yang dihadirkan JPU tersebut antara lain Jhonatan, Adirian, Istri almarhum (Johny Widjaja) serta dua saksi lainnya. Mereka merupakan keluarga dari Jhoni Wijaya pemilik dari CV Surya Gemilang Bahagia Persada (SGBP).

Melalui para saksi ini terungungkap jabatan yang disandang kedua terdakwa Idandy Mellanda dan Girandi Gania.

Saksi Jhonatan yang diperiksa pertama kali menerangkan, Indandy dan Girandi hanya sebagai Karyawan biasa bukan Direktur Utama dan Wakil Direktur seperti yang termuat dalam dakwaan Jaksa.

Keduanya, imbuh Jhonatan. Digaji oleh CV Surya Gemilang sebesar Rp 8 juta.

“Setau saya mereka bukan Dirut. Juga, bukan Wakil. Karena pengangkatan kedua berdasarkan surat lamaran yang mereka ajukan Pak Hakim,”Ucap Jhonatan.

Baca:  Dianggap Meneror, Dua Direksi CV SGBP Jadi Pesakitan

Dia menjelaskan, surat yang digunakan oleh terdakwa untuk meminta sejumlah uang pada keluarga Jhoni Widjaya, adalah tidak benar alias palsu. Pasalnya, semasa hidup almarhum (Johny Widjaja) tidak pernah menceritakan ada perjanjian tertulis yang menjanjikan fee pada kedua terdakwa.

“Yang kami tau, Pak Johny tidak menjanjikan fee. Tapi kata Pak Jhoni, bilamana ada bonus baru dikasih kemereka,”Sambung Jhonatan.

Sedangkan menurut saksi Adrian, terdakwa dipekerjakan sebagai karyawan di CV Surya Gemilang. Sebab, mereka sedang membutuhkan karyawan untuk mengawasi proyek property yang sedang digarap di Bangkalan Madura.

Selain itu, kedua terdakwa adalah teman almarhum ayahnya (Jhony Wijaya) sehingga mereka dipekerjakan sebagai karyawan dengan posisi sebagai penerima matrial dan pengecekan logistik.

Bahkan kata Anak dari Jhoni Widjaya ini dari masalah ini Proyeknya harus terhenti. Karena pengerjaannya baru selasai 60 persen.

“Setelah 2016 ayah meninggal tak lama kemudian, mereka mengirim surat lewat pos. Tapi sejak itu kami tidak respon, mulailah hampir tiap hari Ibu saya ditelphone, sms, Whatsaap, bahkan dimessenger oleh mereka,”ungkap Adrian.

Baca:  Dianggap Meneror, Dua Direksi CV SGBP Jadi Pesakitan

Dia menjelaskan, pada pokoknya isi surat tersebut meminta sejumlah uang kepada Ibunya. Namun, setelah dilakukan pengecekan, ternyata ada yang janggal dalam pembubuhan tanda tangan didalam surat itu, sehingga melaporkan kejadian itu pada Polisi.

Awal Perkara

Foto oleh: Junaedi (xtrempoint)

Antara Dandy, Girdani dan Johny sejatinya merupakan kongsi dalam pembangunan proyek perumahan Metro Villa Residence di Jalan Pemuda Kaffa Raya Junok Kecamatan Burneh Bangkalan Madura.

Perumahan itu dibangun memakai lahan 2 hektar milik Johny, sedangkan proses pembangunannya di serahkan pada CV. SGBP milik Dandy dan Girdani.

Dikutip dari surat dakwaan Jaksa, Dandy dan Girdani, selaku Direktur Utama CV. SGBP dan Project Manager dalam pembangunan perumahan, pada 10 September 2015 mengajukan draft surat penunjukan kepada mendiang Johny agar dapat segera megerjakan proyek.

Baca:  Dianggap Meneror, Dua Direksi CV SGBP Jadi Pesakitan

Akan tetapi, draft surat penunjukan sebagai kontraktor pembantu itu tidak ditanda tangani oleh Johny. Alasannya, tiap bulan mereka berdua telah mendapat gaji dari Johny.

Setelah Johny meninggal dunia, Surat itu diklaim digunakan kedua terdakwa untuk menagih komisi hasil penjualan rumah kepada anak almarhum, yaitu Ardian Hartanto Wijaya.

Permintaan kedua terdakwa itu ditolak oleh Ardian, karena almarhum ayahnya setahu dia tidak pernah memberikan tanda tangan pada surat itu.

Apa yang dilakukan kedua terdakwa yang meminta bagian hasil penjualan rumah itu dinilainya sebagai perbuatan teror, walaupun terdakwa belum sempat menerima sepeserpun uang dari dia.

Dalam perkara ini, Saksi Korban Ardian tidak mengalami kerugiaan riil atau materiil, namun ia merasa diteror oleh kedua [email protected] [Rob]

Shares