Sen. Jul 22nd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Kejanggalan Proses Hukum Kivlan Zein Disoal Kuasa Hukum

3 min read
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Penasihat hukum Kivlan Zein, Ir Tonin Tachta Singarimbun SH menyoal proses hukum yang menjerat kliennya yang disangkakan memiliki senjata ilegal dan juga makar. Dia menyatakan terdapat berbagai macam kejanggalan dalam kasus ini.

Ketua Umum Ormas Paska Mesima ini kemudian mengutip statement Kapolri Tito Karnavian saat melakukan konferensi Pers beberapa pekan lalu bersama dengan Menkopolhukam Wiranto. Dari sinilah ia kemudian mengungkap berbagai macam kejanggalan.

“Seperti keterangan Kapolri Tito di TV duduk disebelah Menkopolhukam Wiranto tentang rencana pembunuhan oleh Iwan didanai atau atas perintah seseorang, dengan Jelas di TV disebutkan siapa-siapa yang menjadi target pembunuhan adalah Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Bambang Gunawan dan Gorice Merey.?”kata Tonin, Kamis (6/6).

Tonin kemudian mempertanyakan seorang istri mantan Jenderal yang dituduh sebagai penyuplai dana dari enam orang yang saat ini berstatus tersangka atau tuduhan merencanakan pembunuhan pada pejabat negara.

“Eh eh tahu enggak ke 6 orang yang dituduh terlibat sebagai eksekutor, sumber senjata yang dibiayai tersebut adalah 1 orang Istri Purn Mayor Jenderal, Anggota TNI yang sudah berhenti “kebenaran status mereka bisa di cek di penyidik”.ujar Tonin mengutip sebagian ucapan Tito.

Tonin Tachta Singarimbun S.H/dok. Repro

Dengan cepat dan tangkas, imbuh Tonin. Helmi Kurniawan alias IWAN, Azwarmy, Tajudin, Irfan, Adnil, Vivi kemudian ditetapkan sebagai Tersangka berdasarkan laporan polisi nomor LP/439/V/2019/PMJ/Ditreskrimum tanggal 21 Mei 2019.

“Pelapor Mada Dimas SH.,sedangkan terlapor ialah H. Kurniawan alias Iwan dalam pasal 1 UU Darurat Nomor 12 /1951, yang mana pelapor adalah polisi sendiri.”ungkap Tonin.

Menurut Tonin penangkapan kepada para tersangka bukan merupakan delik aduan.

“Sehingga sebenarnya apakah ke-6 orang tersebut ditangkap atau tertangkap tangan di Cikini sebelum rencana pembunuhan dimaksud pada tanggal 22 Mei 2019 sebagaimana demontrasi tersebut telah memakan jiwa, terjadi juga pembunuhan.”paparnya.

Abil Marati diluar nama ke-6 orang tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka dalam skenario pembunuhan tersebut.

Dengan telah selesainya fase 22 Mei 2019 dan skenario pembunuhan Wiranto cs., tidak pernah terjadi, lanjut Tonin. “Maka Kivlan Zen ditokohkan sebagai pendana dan perancang pembunuhan Wiranto, Luhut, Bambang dan Gorice yang mana kebenarannya hanya berdasarkan pengakuan dalam BAP sebagaimana ucap Pak Tito Karnivan disebelah Pak Wiranto dalam press conference yang mana senjata yang akan dipergunakan untuk pembunuhan dimaksudkan juga dipublikasikan oleh Polisi dan TNI dalam press conference yang berbeda waktu dan tempat.”kata dia.

Tonin tidak menampik bahwa Mayjend (Purn) TNI AD Kivlan Zen yang juga mantan Kepala Staf Pangkostrad TNI AD ini memliki hubungan dengan Helmi Kurniawan alias Iwan. Namun, hubungan keduanya sebatas hubungan hutang piutang.

“[Iwan] memiliki utang wanprestaai sebesar Rp 150 juta karena tidak dapat menyelenggarakan aksi orasi mengenang supersemar demikian juga Azwarmi adalah supir partime yang diduga memiliki senjata tak bersurat guna pengawalan P Kivlan berdasarkan referensi Iwan sekitar Januari 2019 lalu.”ungkap Tonin.

Pak Kivlan imbuh Tonin. yang sekarang disangkakan dan ditahan dengan perbuatan kepemilikan senjata api masih perlu diuji lagi kebenarannya. “Rencana pembunuhan, pembiayaan pembunuhan, kepemilikan senjata dan entah berantah apa lagi dirancang berdasarkan keterangan yang sebenarnya cukup pada tahap penyelidikan dalam mencari aktor rencana pembunuhan berujung kepemilikan senjata api.”[email protected] [rep].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca