Kasus Korupsi Proyek Pembangunan SMPN 2 Sampang, JPU Hadirkan 4 Saksi

Kasus Korupsi Proyek Pembangunan SMPN 2 Sampang, JPU Hadirkan 4 Saksi

10/09/2019 0 By Redaktur: Junaedi S
Share:

XTREMPOINT.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang mengahdirkan empat orang saksi terdiri dari, mantan Kadisdik Kab Sampang Jupri Riyadi selaku (PPK), Kasi Saspras Rojiun sebagai (PPTK), PNS Puji Astuti (Bendahara), dan PNS Nurul Fadillah (Bendahara PPK).

Mereka dihadirkan guna memberikan keterangan pada sidang lanjutan kasus korupsi pembangunan Ruang Kelas Baru (RBK) SMP Negeri 2 Ketapang Sampang Madura.

Sidang yang digelar diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Selasa (10/9) dengan Hakim Ketua Hisbullah Idris berlangsung sekitar kurang dari satu jam.

Setelah proses  pengambilan sumpah terhadap para saksi, selanjutnya majelis hakim mempertanyakan peran dan apa yang diketahui oleh saksi.

Dalam persidangan saksi Jupri Riyadi mengungkapkan, saat itu ia bertugas sebagai Pajabat Pembuat Komitmen (PPK) yang memverifikasi dan menandatangani semua berkas.

Menurut dia, terdapat tiga termin setelah dilengkapi dengan dokumen-dokumen salah satunya ada progres record laporan kegiatan yang dibuat dan ditandantangani oleh konsultan pengawasan.

Kemudian setelah melalui proses administrasi, anggaran kemudian dikucurkan dari Badan Pedapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemkab Sampang ke perusahaan rekanan yaitu CV Amor Palapa.

“Saya yang meferivikasi dan menandatangani semuanya, ada tiga termin setelah lengkap dokumennya,” terang Jupri Riyadi dalam persidangan.

Sementara, JPU Kejari Sampang, Muhammad Hasan pada saksi Puji Astuti menanyakan dokumen apa saja yang perlu dilampirkan sehingga saksi selaku Bendahara membuat Surat Perintah Pembayaran (SPP).

Saksi menjelaskan, dokumen tersebut berupa permohonan pembayaran dari perusahaan rekanan.

“Permohonan pembayaran dari pelaksana rekanan CV Amora Palapa,” jawab saksi.

Sebelumnya, dalam kasus ini penyidik sudah melakukan penahanan terhadap tersangka Mastur Kiranda dan Noriman selaku pelaksana lapangan.

“Kemarin penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka (Mastur),”tutur, JPU, Munarwi yang juga tim Jaksa Penuntut dari Kejari Sampang, Madura.

Awal Kasus

Kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwa Abd  Aziz dipinjam oleh Mastur Kiranda (tersangka) untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp. 2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu.

Saksi Mastur Kiranda berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV atau milik terdakwa.

Adapun demikian, dalam perkembangannya, saksi Mastur Kiranda tidak mengerjakan proyek tersebut, dia malahan melakukan subkontrak kepada kontraktor lainnya yaitu Noriman.

Selanjutnya, saksi Mastur Kiranda tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang Sampang itu sepenuhnya. Ia hanya menyerahkan uang Rp70 juta dari total anggaran Rp134 juta.

Mendapat anggaran tak sesuai saksi Noriman tetap mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu sampai selesai dengan nilai anggaran yang terima. 

Hasilnya, gedung RKB tersebut ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai [email protected] [Rif/Jn].


Share: