Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag, Khofifah Bakal Diperiksa KPK

Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag, Khofifah Bakal Diperiksa KPK

03/07/2019 0 By Redaktur: Junaedi S
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan pada Rabu (3/7) besok akan menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Jaksa KPK berencana menghadirkan Khofifah sebagai saksi untuk tersangka suap jual beli jabatan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Jawa Timur Haris Hasanuddin. Sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Khofifah berencana untuk hadir dalam persidangan besok. Sebab, sebelumnya Gubernur Jawa Timur itu tidak menghadiri persidangan pada Rabu (26/6) pekan lalu.

Baca:  KPK Periksa Sepuluh Orang Anggota DPRD Kota Malang

“Bu Khofifah di beberapa media kan sudah konfrim besok akan hadir ya. Nah itu lebih baik saya kira. Persidangan terbuka untuk umum, jadi publik juga bisa melihat. Tentu saja saksi wajib untuk hadir di persidangan,” kata Febri kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/7).

“Jadi besok kita simak saja proses persidangannya, karena ada beberapa informasi informasi dan yang perlu kita ketahui bersama,” imbuhnya.

Febri menambahkan, Jaksa KPK juga akan mendalami peran dan pengetahuan pihak-pihak yang namanya kerap muncul di persidangan sebelumnya. Karena itu, Jaksa menghadirkan Gubernur Khofifah yang disebut oleh tersangka Romahurmuziy alias Romi yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Baca:  Aris Budiman Kebakaran Jenggot Karena Salah Satu Calonnya Tidak Lolos Seleksi Penyidik KPK

Romi menyebut Khofifah memberikan rekomendasi kepadanya untuk meloloskan Haris Hasanuddin agar terpilih menjadi Kakaknwil Jawa Timur.

“Jaksa KPK juga perlu mendalami lebih lanjut terkait dengan fakta-fakta sebelumnya yang sudah ada. Karena itulah kita perlu dengarkan besok bagaimana persisnya keterangan saksi itu disampaikan. Apakah misalnya itu sekedar saran atau rekomendasi yang katakanlah mengikat atau sekedar masukan itu kan perlu dilihat secara lebih spesifik besok,” demikian Febri.

Shares