Jum. Jul 19th, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Jaksa Akui Sugito Tidak Intervensi Pencairan Jasmas

2 min read

Foto/Repro

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Fadhil, yang menangani kasus korupsi Jasmas mengakui tidak menemukan adanya intervensi dari Sugito saat proses pencairan dana hibah Pemkot Surabaya tahun anggaran 2016.

Pernyataan Fadhil tersebut diutarakan setelah xtrempoint.com menanyakan, apakah saat proses pencairan dana hibah berupa Jasmas itu, Sugito melakukan intervensi pada pejabat pengelola anggaran?.

“Tidak ada, tidak ada. Tapi seolah-olah [anggota DPRD] punya kerja sama dengan Agus Setiawan Jong”Kata Fadhil, di Gedung Pengdilan Tipikor, Sidoarjo. Senin (27/6) pekan lalu.

Sugito merupakan anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Hanura. Dia ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus Jasmas, oleh Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

Baca : Kejari tetapkan sugito tersangka baru kasus jasmas, Kuasa hukum ASJ: Mungkin Mereka panik, Sudah Babak Belur

Penetetapan tersangka pada Sugito merupakan buntut dari kasus sebelumnya yang telah menjadikan Agus Setiawan Jong (ASJ) sebagai terdakwa. Kini, proses hukum ASJ telah sampai pada tahap penuntutan di Pengadilan Tipikor, Sidoarjo.

Kejari Tanjung Perak Surabaya mengklaim dalam kasus yang mereka tangani itu negara merugi sebesar Rp. 4,9 Miliar. Untuk menetapkan Sugito sebagai tersangka, pihak kejaksaan mengaku memiliki dua alat bukti.

Salah satu bukti tersebut antara lain laporan transfer uang pada rekening Sugito dari Agus Setiawan Jong senilai Rp. 45 Juta Rupiah.

Menanggapi hal itu, Kuasa hukum ASJ, Hermawan Benhard Manurung menyatakan, persoalan tranfer rekening tersebut menurut Benhard, sudah diketahui Jaksa jauh-jauh hari semenjak kasus Jasmas ini diselidiki pada tahun lalu.

“Masalah Transfer itu sebenarnya bukan hal yang baru ya, Jaksa sudah tuangkan dalam BAP penyidikan. Kenapa, untuk apa dan digunakan untuk apa uang itu sudah jelas dituangkan dalam berkas penyidikan mereka sendiri”.papar Benhard, Minggu (7/7).

Kalau laporan transfer itu, Sambung Benhard lagi. Dianggap sebagai alat bukti baru, itu seperti halnya pihak Kejaksan mencari-cari sesuatu yang sebenarnya sudah mereka ketahui “ini apa namanya kalau tidak sekedar mencari – cari sensasi”.paparnya.

“Yang jelas masalah Transfer itu ada jauh sebelum ada program Jasmas, sekitar tahun 2015. Sedangkan Jasmas itu anggarannya tahun 2016″ungkapnya.

Kenapa dan diperuntukkan untuk apa uang transfer tersebut menurut Benhard merupakan pijaman Sugito pada Agus Jong untuk pembangunan prasarana ibadah didaerah konstituen Sugito.

“Dipersidangan juga sudah diakui Sugito dengan gamblang, dia pinjam uang pada klien kami untuk pembangunan tempat ibadah, kemudian ganti klien kami yang pinjam uang pada Sugito. Dan sampai sekarang klien kami belum bisa mengembalikan uang pinjaman itu”.tandas [email protected] [Dem]


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca