Irjen Firli Terpilih Jadi Ketua, Senior KPK Pada Resign

Irjen Firli Terpilih Jadi Ketua, Senior KPK Pada Resign

13/09/2019 0 By Redaktur: Junaedi S
Share:

XTREMPOINT.COM – Irjen Firli Bahuri ditetapkan sebagai Ketua KPK untuk periode 2019-2023 setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memilihnya meduduki jabatan nomer Wahid di lembaga KPK.

Terpilihnya Firli membuat senior KPK yang juga wakil ketua KPK Saut Situmorang, mundur dari lembaga anti rasuah itu.

Saut juga meminta Wadah Pegawai (WP) KPK agar tetap melakukan tugasnya sebaik mungkin, termasuk dalam hal mengawal kasus Novel Baswedan yang hingga saat ini belum jelas penanganannya.

Mundurnya Saut bukan tanpa alasan. Sebelum ini, Saut mengadakan konferensi pers yang isinya mengungkap pelanggaran etik berat yang pernah dilakukan Firli Bahuri.

Bahkan, pada Rabu (11/9) kemarin, KPK secara resmi melayangkan surat ke Komisi III DPR untuk mengungkap hal ini. Hanya saja, DPR tetap memilih Kapolda Sumatera Selatan tersebut sebagai Ketua KPK yang baru.

Keputusan untuk mundur dari KPK juga dilakukan Penasihat KPK Tsani Annafari. Secara tegas, keputusan mundur ini sesuai dengan janjinya jika pimpinan KPK 2019-2023 adalah orang-orang dengan label bermasalah.

Rencana pengundururan diri itu bahkan sudah diungkap sejak proses seleksi capim berlangsung.

“Saya sudah siap mundur. Surat sudah dibuat sejak kemarin dan label bermasalah itu akan menempel pada pimpinan periode ini dengan pengunduran diri saya,” ujar Tsani.

Siapa Firli

Foto (Tribunnews)

Irjen Firli Bahuri masih menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Di kepolisian, Firli pernah menjadi Kapolda Nusa Tenggara Barat, Wakapolda Jawa Tengah,dan Wakapolda Banten.

Dia merampungkan pendidikan di Akpol pada 1990. Pada 2001, dia sempat menjadi Kapolres Persiapan Lampung Timur. Dia lantas menjadi Kapolres Kebumen pada 2006 dan Kapolres Brebes pada 2007.

Sebelum ini, lelaki asal Prabumulih, Sumatera Selatan itu juga pernah menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK pada tahun lalu.

Meski kariernya di kepolisian sangat gemilang, Irjen Firli Bahuri memiliki kontroversi tersendiri sehingga mendapatkan banyak penolakan saat namanya masuk dalam calon pimpinan KPK. Bahkan, banyak pegawai internal KPK yang terang-terangan menolaknya.

KPK bahkan sempat mengirim surat ke Komisi III DPR RI yang menyebut Firli pernah melakukan pelanggaran berat sesuai dengan keputusan musyawarah Dewan Pertimbangan Pegawai KPK.

“Hasil musyawarah itu harus kami sampaikan karena hasilnya menunjukkan dengan suara bulat bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggaran etik berat,” ucap Penasihat KPK Tsani Annafari.

Pelanggaran pertama adalah pertemuan antara Firli dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) pada 12-13 Mei 2019. Saat itu, KPK sedang melakukan penyelidikan terkait dengan korupsi kepemilikan saham PT Newmont. Pemerintah Provinsi NTB disebut-sebut terlibat pada kasus ini.

Pelanggaran kedua adalah Firli pernah menjemput saksi secara langsung saat akan diperiksa KPK pada 8 Agustus 2018. Selain itu, Firli juga pernah menemui petinggi partai politik pada 1 November 2018 [email protected] [Rep/Ib]


Share: