Sen. Jul 22nd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Gunakan Uang Rp.70 Juta Untuk Biaya Prematur Anak, Pria Ini Divonis 1,3 Tahun

3 min read
Gelapkan uang tagihan Toko senilai Rp.70 juta untuk biaya Rumah Sakit Istrinya,Pria ini divonis satu tahun tiga bulan penjara

Foto: Roby [xtrempoint.com]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Setelah berbulan-bulan duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya, terdakwa Budi Prasetyo akhirnya dijatuhi hukuman 1,3 (satu tahun tiga bulan penjara) oleh Ketua Majelis Hakim P. P. H Sitorus.

Majelis hakim menyatakan, Budi Prasetyo terbukti melanggar Pasal 374 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, tentang penggelapan dalam jabatan.

“Menjatuhkan pidana 1,3 tahun penjara. Karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan berkelanjutan,”Baca P. P. H Sitorus Ketua Majelis Hakim, Selasa (11/6).

Putusan ini dibacakan sesaat setelah Kuasa Hukum Terdakwa Adi SH dan Setiono Pribudi SH melayangkan Pembelaan secara tertulis kepada P.P.H Sitorus.

Pada prinsipnya,dua pengacara muda ini meminta kliennya dibebaskan dari segala dakwaan atau tuntutan Jaksa.

“Pada prinsipnya kami hanya meminta kepada yang Muliah (Ketua Majelis) untuk membebaskan atau menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya pada terdakwa. Karena tujuan dari perbuatan terdakwa hanya ingin menyelamatkan bayinya yang lahir secara Prematur,” Pinta Adi lewat nota pembelaannya.

Putusan ini turun seper-dua dari tuntutan JPU Pompy. Yang Sebelumnya menutut Budi Prasetyo dengan tuntutan 2,6 (dua tahun enam bulan) penjara.

Atas putusan tersebut terdakwa Budi Prasetyo menyatakan pikir-pikir selama 7-hari kedepan.

Menurut Adi dan Setiono Pribudi, kasus kliennya semestinya sudah diselesaikan lewat jalur perdamaian. Namun, Terdakwa (Budi Prasetyo) yang kala itu datang ke Toko dengan membawa uang cash Rp.10 juta, untuk mengasur malah ditolak oleh korban.

Sebelum membawa uang pengembalian itu, awalnya istri terdakwa sudah menemui Majikannya untuk menceritrakan hal yang sebenarnya.

“Pertama istrinya Budi dulu yang datang menemui Majikannya kemudian lewat beberapa minggu gitu baru Budi datang ke Toko bawa uang Rp.10 juta itu. Namun tetap ditolak. Tapi dengan putusan 1,3 tahun ini kami sangat memberikan apresiasi pada Majelis Hakim. Hanya saja,yang kami sesali tututan Jaksa yang terlalu tinggi,”Sambung Adi.

Perlu diketahui. Kasus ini berawal yang mana terdakwa (Budi Prasetyo) bekerja sebagai sales barang-barang alat rumah tangga(elektrik) di Toko Hendri

Berjalannya waktu Budipun dianggap sebagai sales yang ulet dan dapat dipercaya oleh Majikannya.

Lantaran atas keuletan dan kepercayaan itu Budi mendapat tambahan job dari Majikannya. Yang mana, job atau kepercayaan tambahan tersebut bertujuan,
setiap hasil penjualan barang milik Terdakwa diharuskan untuk menagih sesuai batas jatuh tempo nota penjualan.

Kemudian hasil penjualan atau tagihan tersebut disetorkan lagi oleh Terdakwa ke bagian administrasi.

Lamban laun kepercayaan itu ditonjolkan Terdakwa lewat kredibilitasnya hingga dia dipuji teman sepropesinya (sales), sebagai sales yang ulet karena pinter mencari pelanggan dan menarik hati para pelanggan.

Akan tetapi, selama bertahun-tahun bekerja di Toko Hendri.Upah yang diterima Terdakwa masih jauh dari kebutuhan sehari-harinya.

Hingga suatu ketika,Terdakwa yang kepepet uang untuk biaya rumah sakit istrinya untuk melahirkan sang buah hatinya yang lahir secara prematur.

Akhirnya membuat Pria hitam manis ini,dia nekat menggunakan uang tagihan milik Tokonya senilai Rp.70 juta karena keadaan darurat.

Perbutan Terdakwa tersebut hanya bertujuan ingin menyelamatkan sang buah hatinya dari [email protected] [Rob].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca