Gara-Gara Umpatan “Maling”, Istri Pegawai PT Pelni Diadili

Gara-Gara Umpatan “Maling”, Istri Pegawai PT Pelni Diadili

17/09/2019 0 By Redaktur: Robert M
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Marita Sani, salah seorang istri pegawai PT PELNI menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (17/9), dia dijadikan terdakwa atas kasus pencemaran nama baik.

Sebelum kasus ini masuk keranah hukum pengadilan, terdakwa terlebih danulu dilaporkan oleh pihak perusahaan dan juga karyawan PT PELNI Cabang Surabaya, Ke Polda Jatim.

Laporan itu terkait Vidio yang ia unggah di akun Facebook dan YouTube pribadinya. Didalam Vidio itu, Marita menyebut pegawai PT PELNI sebagai “Maling”.

Sidang kali ini beragendakan pemeriksaan tiga orang saksi, yakni Agus Prima, Mohamad Soleh dan Ijan.

Agustinus dalam kesaksiannya menerangkan, Vidio berdurasi 4 menit yang diunggah oleh terdakwa sempat menjadi viral bahkan dibanjiri komentar dan like dari warga net.

“Pertama kali video itu yang mengetahui karyawan PT PELNI bahkan ada tiga cabang yang menelphone dan menanyakan, kenapa video ini tidak ditindak lanjuti oleh PT PELNI kantor pusat. Sebagaimana bukti screenshot yang sudah saya serahkan sebagai bukti,” ucap saksi Agustinus Prima.

Baca:  Kepala PT Pelni Nabire Ditemukan Tewas Setelah Kencani Wanita Bokingan

Dalam videonya, imbuh Agustinus, terdakwa menyebut seluruh Pegawai Pelni sebagai “maling” alias korupsi. Vidio itu disertai ancaman kepada Eta, istri dari salah satu Bintara hingga pada seluruh pegawai PT PELNI.

Bahkan dalam video itu, terdakwa melontarkan kata-kata ancaman agar pegawai PT PELNI tidak macam-macam. Bila ada yang macam-macam, mulutnya akan ditapuk dan disobek.

Adapun demikian, yang menjadi keberatan oleh Aguatinus dan karyawan PT PELNI lainnya ialah adanya umpatan seluruh karyawan PT Pelni disebutnya sebagai “maling”.

“Saya melaporkan terdakwa 2 Mei 2019. Dan video di akun facebook dan akun yutube milik terdakwa. Semua saya screenshot untuk dilampirkan sebagai bukti laporan Kepolda Jatim,”ungkap Pria yang menjadi Biro Hukum PT PELNI kantor pusat ini kepada Majelis Hakim digedung PN Surabaya.

Baca:  Kepala PT Pelni Nabire Ditemukan Tewas Setelah Kencani Wanita Bokingan

Hal serupa dikatakan saksi Mohamad Soleh dan saksi Ijan. Menurut kedua pegawai PT PELNI kantor pusat jakarta ini, mereka mendapat informasi dari sesama pegawai PT PELNI atas viralnya video milik seorang pegawai PT PELNI cabang Surabaya yang beredar diakun facebook dan akun Youtube atas nama Marita Sani.

“Ternyata apa yang disampaikan teman-teman pada kami itu benar adanya. Video yang berdurasi 4 menit itu malah telah viral di facebook dan yutube”papar Soleh.

Selain itu kata saksi, Vidio saat itu dibanjiri komentar dan like dari warga nett.

“Kamipun menyampaikan akan hal itu ke Mas Agustinus selaku Biro Hukum PT PELNI,”ucap kedua saksi yang ditanya Hakim.

Ucapan terdakwa, dinilai saksi sudah melukai hati seluruh pegawai PT PELNI dan perusahaan. Mengingat, selama bekerja, Mereka dan teman-temannya belum pernah bersentuhan dengan perbuatan pidana yang dituduhkan oleh Marita.

Baca:  Kepala PT Pelni Nabire Ditemukan Tewas Setelah Kencani Wanita Bokingan

Sementara itu, Kuasa Hukum terdakwa yakni Ardan dan Ahmad Zainarito menyatakan, pencemaran nama baik yang disertai ancaman yang dituduhkan pada kliennya, Semestinya bukan pada subtansi hukumnya. Mengingat, dalam video tersebut terdakwa tidak menyebut secara spesifikasi Kata-kata korupsi atau maling.

Ucapan itu, kata Ardan, terdengar seperti brnada emosi. Bahkan, kata tapuk dan mulut disobek, hanya terdengar sepintas dan tidak jelas.

Untuk itu, imbuhnya lagi. Pasal 45 ayat (3) KUHP yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bunari dari Kejati Jawa Timur, semestinya diluar koridor subtansi hukum. Mengingat video yang diunggah lewat akun facebook dan akun yutube itu tidak disebarluaskan oleh terdakwa. Akan tetapi, diunggah lewat akun pribadinya [email protected] [Rob].

Shares