Jum. Agu 23rd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Empat Gugatan Praperadilan Kivlan Zen Bakal Digelar 8 Agustus

2 min read

Tonin Tachta Singarimbun SH/dok. Pribadi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Kuasa hukum Myjend TNI AD (Purn) Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun SH, resmi mendaftarkan kembali gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Seperti yang sudah dijelaskan Tonin, gugatan praperadilan itu tidak hanya satu melainkan 4 (empat) gugatan sekaligus.

“Empat gugatan (Praperadilan), yang pertama gugatan tentang sah tidaknya penetapan tersangka, penahanan, penggeledahan dan penyitaan,”papar Tonin saat dihubungi xtrempoint.com, Selasa (6/8).

Gugatan praperadilan itu menurut Tonin didaftarkan pada 1 Agustus lalu dan bakal disidangkan pada 8 Agustus 2019 pekan depan dengan nomor Register 96,97,98 dan 99/pid.pra/2019/PN Jkt. Sel.

Dijelaskan Tonin, alasan gugatan praperadilan yang ia layangkan itu diperinci menjadi empat bagian agar supaya membuat kasus per kasus menjadi lebih fokus.

“Materi dan penguraiannya lebih rinci dan fokus,”papar Tonin.

Pada gugatan praperadilan pertama, Hakim tunggal Acmad Guntur mengatakan permohonan pemohon tentang penetapan tersangka, penangkapan, penahanan dan penyitaan dinyatakan tidak beralasan. Karena itu permohonan pemohon ditolak secara keseluruhan.

Dalam permohonan pertama itu terdiri dari empat gugatan sekaligus, sehingga dinilai Tonin memungkinkan membuat hakim kebingungan.

Untuk Pengajuan praperadilan yang baru ini menurut Tonin, sekaligus bertujuan untuk mematahkan bukti yang sudah ada di pengadilan.

Kuasa Hukum Kivlan Zen tersebut juga sebelumnya menganggap kliennya tidak pernah menerima surat penangkapan dari polisi.

“Fakta yang lain Bapak Kivlan tidak ada surat penangkapan karena polisi tidak menunjukkannya. Namun, berdasarkan putusan hakim praperadilan, polisi menyampaikan terdapat bukti surat penangkapan,” ucapnya.

Polisi telah menetapkan Kivlan Zen sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Penetapan tersangka itu berkaitan dengan pengembangan kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Kivlan kemudian ditahan di Rutan Guntur Polda Metro Jaya sejak 30 Mei 2019 selama 20 hari. Polisi selanjutnya memperpanjang masa penahanan Kivlan selama 40 hari terhitung sejak Selasa (18/6) lalu.

Kivlan kemudian mengajukan praperadilan untuk menggugat Polda Metro Jaya karena keberatan terhadap status tersangka atas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.

Mantan Kastaf Komando Strategi TNI AD itu melalui kuasa hukumnya, Tonin Tachta, memohon majelis hakim untuk menggugurkan status tersangka kliennya karena dinilai cacat prosedur.@ [Dem].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca