Jum. Jul 19th, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Dua Saksi Fakta Sebut Christian Tidak Melakukan Tendangan Pada Oscarius

4 min read

Foto oleh: Junaedi xtrempoint.com

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Dua orang saksi Adecharge [fakta] dihadirkan tim Kuasa Hukum terdakwa Christian Novianto, di Pengadilan Negeri [PN] Surabaya, Kamis (4/7). Mereka dihadirkan untuk mengurai kasus penganiayaan yang dituduhkan Jaksa pada Kristian.

Dua saksi tersebut antara lain, Imam Bukhori dan Sony Wibisono. Keduanya merupakan Security perumahan Wisata Bukit Mas, Lidah Wetan, Surabaya.

Setelah diambil sumpah oleh Pengadilan, Ketua Majelis hakim Maxi Sigarlaki mengetokkan palu tanda persidangan dibuka untuk Umum.

Dihadapan majelis hakim, kedua saksi mengaku mengetahui awal mula keributan antara Saksi Korban Oscarius dan terdakwa Christian, di kompleks perumahan wisata Bukit Mas.

Saksi saat itu menerangkan berada dilokasi dan sempat ada yang merekam kejadian keributan itu menggunakan kamera Handphone miliknya yang dipegang oleh Security lain.

“Kejadiannya [keributan] Sabtu 22 September 2018, sekitar jam 4 Sore”terang Imam, pada Majelis Hakim, di ruang sidang PN Surabaya, Kamis [4/7].

Hakim ketua Maxi kemudian menanyakan pada kedua saksi, apakah saat terjadi keributan di kompkeks Perumahan Wisata Bukit Mas itu, mereka melihat terdakwa Christian menendang Oscarius.

“Saya tidak melihat”. Jawab Imam yang diamini oleh Sony.

Sepengetahuan para saksi, Oscarius lah yang tersulut emosi dan berlari kearah Christian seolah hendak menyerang dengan mengeluarkan umpatan kata “Potong jari Saya”.

Ketegangan antara keduanya kemudian dapat dilerai oleh salah satu anggota TNI AL yang berada dilokasi.

“Oscar lari mau [mendatangi Christian], tapi dihadang-hadangi sama [Anggota] POM AL. [Oscarius] kayaknya kesandung, setelah itu gak lihat lagi”ungkap Imam.

Menindaklanjuti keterangan Imam, Saksi Sony Wibisono juga membenarkan bahwa ia melihat Oscarius berlari sambil mengeluarkan kata “potong jari saya” kepada Christian. Adapun demikian, Sony tidak mengetahui dengan pasti penyebab Oscarius mengeluarkan kata-kata itu.

“Oscarius mengatakan Potong jari saya, Pak Chris cuma bilang, apa, apa, gitu”kata Sony menirukan ucapan Oscarius dan Christian.

Dikesempatan yang sama, terdakwa Christian yang juga dimintai keterangan oleh majelis hakim menjelaskan. Dia menegaskan tidak melakukan penyerangan atau tendangan pada Oscarius.

“Pada saat itu ada anggota POM AL, yang berada didepan saya. Saya gak melakukan penendangan itu, saya cuma diam”.kata Christian.

Menurut Christian, saat terjadi ketegangan antara dia dan Oscarius, beberapa Security perumahan dan Anggota POM AL yang berada dilokasi mencoba untuk melerainya.

Christian menegaskan sekali lagi pada Majelis hakim, bahwa dia tidak melakukan penendangan atau penganiayaan pada Oscarius.

“Saya tidak melakukan Penendangan. Saya dipinggirkan anggota security saya. Oscar ditarik anggota POM AL, setelah itu saya tidak tahu”tandasnya.

Majelis Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Dokter Visum

Christian Novianto/dok. Junaedi

Mendengar keterangan para saksi dan terdakwa, Hakim ketua Maxi Sigarlaki kemudian memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan untuk membacakan hasil visum dokter.

Pada intinya, hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara itu hanya mengidentifikasi adanya luka lecet di sebelah kaki kiri dan tidak ada menjelaskan adanya tindakan penganiayaan.

Mendengar pembacaan hasil Visum itu, Majelis Hakim pimpinan Maxi Sigarlaki merintahkan Jaksa untuk menghadirkan Dokter yang melakukan Visum.

Maxi menyatakan memerlukan Dokter tersebut utlntuk dihadirkan di persidagan guna didengarkan keterangannya.

“Majelis hakim memerlukan [keterangan Dokter Visum], apakah ini luka tendangan?, kita akan menanyakan bagaimana hasil visumnya”.kata Maxi.

Pada persidangan sebelumnya, Hakim Maxi mencium adaya perkara sumir didalam kasus ini. Dia bahkan menyayangkan perkara ini dapat berlanjut hingga ke meja hijau.

Seharusnya, kata Maxi. Perkara seperti ini cukup diselesaikan di kepolisian.

Kuasa Hukum Sepakat Dengan Hakim

Wellem Mintarja SH/dok. Junaedi

Kuasa hukum Christian Novianto, Wellem Mintarja SH menyatakan sepakat dengan Majelis hakim yang memerintahkan JPU untuk menghadirkan Dokter Visum.

Menurut Wellem, dakwaan JPU pada Christian yang menerapkan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan tidaklah tepat.

“Jadi kalau menurut kami, pasal yang telah didakwaan [JPU] pada klien kami kurang tepat. Bukti visumnya hanya ada luka [lecet] di kaki. Ini kaki siapa kita juga nggak tau”.ujar Wellem.

Sementara itu, Kronologi Kejadian ini berawal pada 22 September 2018 sekitar pukul 16:30 WIB. Dimana saat itu terdapat salah seorang penghuni yang hendak memasukkan bahan bangunan berikut alat berat Scafolding kedalam kawasan perumahan tanpa ijin pihak pengembang.

Padahal, Sesuai dengan tata tertib [Tatib] yang berlaku dilingkungan perumahan, untuk dapat memasukkan bahan bangunan atau scafolding tersebut, Penghuni terlebih dahulu harus mendapat ijin dari pihak pengembang.

“Hal ini sesuai dengan Tatib, dan telah disepakati antara pihak pengembang dengan warganya.”papar Wellem.

Christian, imbuh Wellem. Selaku Kepala Security perumahan kemudian memberitahukan secara baik-baik kepada penghuni tersebut, bahwa dia sebagai Security hanya melaksanakan tugas dan tidak memiliki wewenang untuk mengijinkan masuknya kendaraan bahan bangunan itu.

Pihak pengembang akan memberikan ijin asalkan yang bersangkutan telah melunasi tunggakan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), yang dari 2017 hingga saat ini belum dibayar.

“Pada prinsipnya pihak pengembang tidak mempersulit ijin asalkan pihak warga telah melaksanakan kewajibannya membayar lunas IPL.”terang Wellem.

Oscarius yang dalam hal ini selaku ketua RW dilingkungan perumahan tidak terima dengan apa yang disampaikan Christian kala itu. Dia tersulut emosi dan berlari menghampiri Christian seolah akan menyerangya.

Terjadilah keributan antara keduanya, dan beruntung ketegangan tersebut dapat dilerai oleh beberapa orang yang berada dilokasi kejadian, termasuk security dan Anggota POM AL.

Setelah kejadian itu, Christian tiba-tiba dilaporkan oleh Oscarius ke Polisi dengan pasal 351 KUHP tentang [email protected] [Jn]


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca