Dua Hari, Ormas Pemuda Di Surabaya Kepung Markas AMP

Dua Hari, Ormas Pemuda Di Surabaya Kepung Markas AMP

18/08/2019 0 By Redaktur: Junaedi S
Share:

XTREMPOINT.COM – Selama dua hari, Markas Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya, dikepung ratusan ormas gabungan. Pengepungan dilakukan setelah beredar isu bendera merah putih yang ditancapkan didepan markas AMP di buang keselokan dan tiangnya di patahkan.

“Kami masih bisa menahan diri, menunggu tindakan kepolisian,”kata Leman, salah seorang koordinator Aksi, sewaktu melakukan pengepungan di Markas AMP, Jumat malam (16/8).

Seperti sudah mempersiapkan, puluhan mahasiswa Papua terlibat cek Cok dengan ormas yang berkahir ricuh dengan aksi saling lempar batu.

Dikabarkan Salah seorang mahasiswa juga berusaha melakukan penyerangan dengan menggunakan parang ke gerombolan massa, namun hal tersebut dibantah oleh AMP. Pihaknya dalam hal ini mengaku tidak melakukan penyerangan.

Mahasiswa Papua mengklaim, melakukan penyerangan hanya untuk menakuti massa yang berjajar sepanjang jalan Kalasan, Surabaya.

Ratusan pemuda Surabaya dari berbagai ormas terus merangsek berusaha meladeni aksi AMP, beruntung pihak keamanan dapat meredam suasana.

Pihak AMP mengklaim terdapat sekelompok orang melakukan pengerusakan pada asrama mereka.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya terkait insiden ini berencana melakukan penyelidikan penyebab bentrokan itu.

Sampai dengan Sabtu siang (17/8). Ratusan massa kembali mengepung asrama AMP. Mereka menuntut asrama itu dikosongkan.

Puluhan mahasiswa Papua itu kemudian di evakuasi oleh Polisi dan diperiksa di Polrestabes Surabaya.

Tidak Hanya Sekali

Bentrok antara ormas pemuda Surabaya dan massa AMP tidak hanya terjadi sekali ini saja, pada Sabtu (1/12/2018) silam, AMP menggelar aksi dengan menerjunkan 300 orang untuk memperingati 57 tahun Papua Barat di Surabaya.

Aksi tersebut memancing reaksi dari ormas pemuda yang ada di Surabaya, dengan menggelar aksi tandingan dan menolak aksi konvoi yang dialakukan pemuda Papua.

Papua Barat saat ini terjadi konflik dimana ormas yang menamakan dirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM) menginginkan lepas dari Indonesia.

Beberapa diantaranya telah membentuk kelompok bersenjata, pihak pemerintah menamai gerakan itu sebagai Gerakan Kelompok Kriminal Separatais Bersenjata (KKSB). Namun, pihak KKSB tidak mau gerakan mereka disebut sebagai gerombolan kriminal. Mereka menamakan kelompok bersenjata mereka sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)[email protected] [Dem].


Share: