Jum. Agu 23rd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Dokter Forensik Ini Ungkap Penyebab Luka Lecet Pada Oscarius

2 min read

Foto/repro

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Keterangan hasil Visum et repertum (VeR) akan luka lecet pada kaki Oscarius Yudhi Ari Wijaya. hari ini, Rabu (14/8) diperjelas oleh Dr. Dyn Bagus Muhammad yang dihadirkan sebagi saksi dalam persidangan kasus dugaan penganiayaan yang dituduhkan pada terdakwa Christian Novianto.

Dokter Forensik dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Surabaya itu menerangkan. Luka yang dialami oleh Oscarius pada kakinya yang sebelah kiri, disebabkan adanya benturan benda tumpul dan tidak teridentifikasi sebagai luka akibat tindakan kekerasan.

Pernyataan itu menurut Bagus, Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Oscar sendiri, sewaktu yang bersangkutan diperiksa oleh saksi.

“Pada saat itu, ia (Oscarius) mengatakan lukanya karena terbentur,” ungkap, Bagus, pada Majelis hakim pimpinan Maxi Sigarlaki, di ruang Sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Pada persidangan kali ini juga didapati kejanggalan-kejanggalan hasil Visum yang dibuat oleh saksi. Dimana keterangan visum yang diregister dengan Nomor: 456/IX/KES.3/2018/Rumkit tanggal 22 September 2018, memuat keterangan adanya pemeriksan CT Scan pada Oscarius. Namun, Dr Bagus membantah bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan CT Scan pada Oscar.

Hakim Maxi kemudian menanyakan maksud tujuan pemberian obat asam lambung yang telah diberikan oleh saksi pada Oscar. Anehnya, Dr. Bagus menyatakan bahwa obat asam lambung yang ia berikan pada Oscar tersrbut memiliki korelasi dengan luka lecet yang dialami Korban.

Beberapa kejanggalan dari keterangan Dr Bagus itu ditanggapi serius oleh Penasihat hukum terdakwa, Wellem Mintarja. Menurutnya, keterangan saksi visum dalam persidangan menjadi kontradiksi.

“Dokter tadi menerangankan jika tidak mengeluarkan CT Scan serta tidak menganjurkan tes darah. Tapi, dalam BAP dicantumkan, sehingga seolah olah kerugian yang diderita korban menjadi besar,” kata Wellem.

Wellem menggarisbawahi, Point penting pada sidang kali ini ialah adanya luka lecet dikaki kiri korban yang terjadi akibat terbentur dan bukan luka akibat penendangan seperti halnya penganiayaan yang dituduhkan Jaksa pada surat dakwaan.

“Fakta persidangan, Dokter sendiri yang menyampaikan jika korban mengaku telah terbentur, terbentur apa tidak dijelaskanya. Menurut kami luka lecet pada korban itu terbentur berem pembatas jalan,” ujarnya.

Selain itu, terdapat kejanggalan lain yang didapati oleh Wellem dalam persidangan, yaitu adanya perbedaan nama antara dokter visum yang termuat dalam surat dakwaan JPU dengan dokter visum yang dihadirkan sebagai saksi dipersidangan.

Pada surat dakwaan tertulis, saksi visum bernama Dr Yunita Sari sedangkan saksi yang dihadirkan jaksa ialah Dyn Bagus Muhammad.

“Antara dokter yang ada disurat dakwaan dengan dokter yang dihadirkan jaksa penuntut umum berbeda. Menurut kami ini adalah cacat formil,”tandas Wellem.@ [Rep].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca