Sen. Jul 22nd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Divonis 10 Bulan, Saidah Saleh Syamlan Berlinang Air Mata

2 min read
Saidah Saleh Syamlan divonis 10 bulan

Saidah Saleh Syamlan Bersimpuh Berlinang air mata setelah dijatuhi hukuman 10 bulan/dok. Roby

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


XTREMPOINT – Terdakwa pencemaran nama baik melalui Media Sosial (Whatsaap) Saidah Saleh Syamlan (53), divonis 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (26/2).

“Menjatuhkan pidana 10 bulan penjara, denda 5 juta dan/atau Subsidair 1 bulan. Sebab terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana yang mengakibatkan nama orang lain tercemar,”baca Isjuaedi lewat amar putusan di PN-Surabaya, selesai (26/02/2019)

Usai mendengarkan putusan Saidah keberatan dengan putusan Isjuaedi. Dia menyatakan menempuh upaya hukum banding sambil berlinang air mata.

“Saya keberatan yang Mulia,saya nyatakan sikap untuk melakukan upayakan hukum (banding),”ucap Saidah diakhir putusan kepada Isjuaedi.

Putusan ini selisih 7 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roginta Sirait, Yang menuntut Terdakwa Saidah 1,5(tahun tahun lima bulan) penjara. Selain itu, Saidah dituntut membayar denda Rp 500 juta.

Bahkan jaksa Roginta Sirait mendakwa terdakwa dengan Pasal berlapis, Yakni Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UURI No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UURI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Perlu diketahui, terdakwa Saidah didakwa telah dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik yang memiliki muatan penghinaan maupun pencemaran nama baik kepada PT Pismatex, milik Jamal Gozi.

Format pesan hoax itu dikirimkan terdakwa Saidah secara masif pada beberapa orang, diantaranya ialah Komaruzzaman, Kepala Divisi Syariah Bank Exim Indonesia dan Amerita, yang merupakan General Manager dari Bank BNI Pusat di Jakarta. Sehingga nama baik perusahaan menjadi tercemar.

Namun demikian, menurut Saidah kepada Xtrempoint.com. Bahwa isi pesan tersebut tidak bermaksud melecehkan salah satu nama Perusahaan dan atau menghina salah satu nama tertentu.

Akan tetapi kata Saidah. Pesan singkat itu, dilakukan dengan spontan tanpa berpikir akan adanya dampak hukum.

“Sehingga hemat kami, kasus Saidah Saleh Syamlan. Merupakan kasus delik biasa bukan delik laduan.”kata kuasa hukumnya.

Maka semestinya sejak awal kasus tersebut, tidak layak disidangkan. Mengingat perbuatan terdakwa berkaitan dengan Norma,Yang merujuk pada pembenahan kata yang tidak dilakukan dengan sengaja, Yang oleh para pihak dapat diselesaikan tanpa membawa kasus ini kerana hukum. @ (Rb)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca