Jum. Agu 23rd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Dituntut Tinggi Karena Gelapkan Miras Impor, Begini Pembelaan Pengacara

2 min read

Foto oleh: Roby L

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Dituduh gelapkan 4 botol minuman keras impor dengan bermacam jenis dan merek, Sales Marketing PT. Royal Brew House dituntut 1 tahun 2 bulan penjara.

Adalah Sandi Souwardy Bin Yoot Je Hadi Suprato, terdakwa kasus dugaan penggelapan 4 Botol minuman impor milik PT Royal Brew House Jakarta, kini memasuki sidang agenda tuntutan.

Pihak perusahaan dalam kasus ini mengklaim dirugikan oleh terdakwa sebesar Rp.7 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Meliana dari Kejati Jatim dalam surat tuntutannya menilai, terdakwa terbukti melakukan perbuatan tindak pidana sebagaimana ketentuan yang termuat dalam pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

“Terdakwa Sandi Souwardy Bin Yoot Je Hadi Suprato telah terbukti melanggar Pasal 372 KUHP sebagaimana unsur-unsurnya karena mengambil hak yang bukan miliknya atau bagian milik orang lain serta menuntut terdakwa 1-tahun 2-bulan,” baca Jaksa Warti yang menggantikan jaksa Meliana, di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (14/8).

Selain itu, Warti juga meminta terdakwa untuk mengembalikan kerugian Perusahaan yang belum diselesaikan.

Usai mendengarkan tuntutan Jaksa, Lamhot Simanjutak SH, kuasa hukum dari terdakwa angkat bicara. Pria asal Sumatera Utara ini merasa keberatan dengan tuntutan 1 tahun 2 bulan yang disampaikan Jaksa.

Menurut dia, perkara yang menjerat kliennya bukanlah merupakan perbuatan pidana, melainkan masuk kedalam ranah hukum perdata, yaitu tentang ganti kerugian.

Tuntutan itu, sambung Lamhot, dianggapnya terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan kerugian matrill yang hanya senilai Rp.7 juta.

“Saya keberatan yang Mulia karena ini bukan perbuatan melawan hukum.Tapi ini tentang ganti kerugian dan berada dalam jalur hukum perdata,”Bantah Lamhot Simanjuntak kepada Majelis Hakim.

Lamhot menyatakan, bakal melakukan perlawanan hukum atas tuntutan JPU melalui Pledoi atau pembelaan yang ia sampaikan pada persidangan pekan depan.

Dikutip dari surat dakwaan Jaksa, Kasus ini berawal pada tanggal 22 Maret 2019, dimana terdakwa mengambil 4 botol minuman keras impor berbagai macam jenis dan merek tanpa sepengetahuan pihak Perusahaan.

Dari keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa dipersidangan, yakni Siska,Wahyudi dan Miska membenarkan, bahwa setelah diketahui pihak Perusahaan, terdakwa mengakui kalau 4 botol minuman impor tersebut ia ambill untuk keperluan keluarga serta berjanji akan membayarnya.

Setelah ditunggu-tunggu oleh pihak Perusahaan, terdakwa dinilai tidak memiliki itikad baik untuk membayar sehingga diapun dilaporkan ke Polisi.@ [Rob].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca