Kam. Agu 22nd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Dituding Gelapkan 4 Botol Miras Impor, Kuasa Hukum Terdakwa Menyoal Keterangan Saksi

2 min read
Foto oleh: Roby
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT – Memberikan keterangan plin-plan, lima saksi menyudutkan Marketing, yang didakwa menggelapkan 4 botol minuman Impor. Kuasa hukum terdakwa menyoal.

Ialah Sandi Souwardy Bin Yoot Je Hadi Suprato (33),terdakwa yang dituduh melakukan penggelapan 4 Botol minuman Impor senilai Rp.16 juta milik PT Royal Brew House Jakarta, Akhirnya digelandang petugas Kejaksaan keruang Sari-3 untuk menjalani sidang agenda mendengarkan keterangan-5 orang saksi dari pihak Perusahaan.

Mereka diantaranya, Siksa, Miska, Wahyudi dan Yosia serta Mirsa. Mirisnya, keterangan kelima tersebut berbeda dengan isi dakwaan Jaksa Penuntut.

Yang mana kata mereka, atas masalah ini pihak Perusahaan ditafasirkan merugi Rp.19 juta hingga Rp.20 juta.

“Setau kami sebelum Mas sandi dirisegn ada barang yang sebelum itu di order oleh dia. Hanya saja kami tidak tau barang itu dijual kemana tapi bilangnya untuk keperluan keluarga,”Ucap salah satu dari kelima saksi kepada Majelis Hakim.

Dijelaskan saksi, peminjaman 4 botol Wine Fince Roberto 750 mil dan 2 botol Red Royal 750 mil oleh terdakwa kepada outlet Doremi Karoke di Jln Ngagel Jaya RM B No.23-24 tanpa sepengetahuan pihak Perusahaan.

Namun keterangan kelima saksi ini dibantah oleh kuasa hukum terdakwa Lamhot Simanjutak SH.,MH. Menurutnya, keterangan kelima saksi sudah jauh melenceng dari kebenaran yang sesungguhnya. Bahkan itikad baik dari kliennya pertama kali sudah ditunjukan.

“Inikan masalah ganti kerugian bukan perbuatan pidana. Kalau dilihat dari peristiwa hukum, ini hanya dipaksakan untuk menjadikan klien saya (Sandi) sebagai terdakwa. Sebab, konteks dari masalah ini hanya persaingan bisnis saja,”Ujar Lamhot Simanjuntak.

Pada tanggal 22 Maret 2019 sambung Lamhot. 4 botol minuman Alkohol, yakni Wine Fince Roberto 2 botol dan Red Royal 2 yang dipinjamkan kliennya kesalah satu Keroke sudah mau dibayar. Akan tetapi, pihak Perusahaan menghindar dengan alasan, “Bosnya berpergian ke Jakarta”.

Atas perbuatan inilah JPU Maryani Melindawati SH mendakwakan terdakwa dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.@ [Rob].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca