Jum. Jul 19th, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Didakwa Berbuat Cabul, Keluarga Terdakwa Tanyakan Landasan Hukum Jaksa

2 min read
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Bagus Restiawan (26) terdakwa dugaan pencabulan atas wanita berinisial OT harus duduk dikursi pesakitan menjalani sidang perdana (pembacaan dakwaan) .

Pria asal Parang Kusuma Krembangan Surabaya ini, dia dituduh melakukan pencabulan atas OT yang tidak lain masih pacarnya.

Dikutip surat dakwaan Jaksa, perbuatan itu dilakukan terdakwa pada jumat 29 Maret 2019 di Jl. Kenpark Kenjeran Surabaya.

Sebagaimana dalam dakwaan JPU Parlin Manullang menyebut, telah terjadi dugaan perbuatan cabul atas diri korban.

Terdapat beberapa indikasi yang mengarah pada perbuatan terdakwa, yakni kekerasan, atau ancaman kekerasan, memaksa, dan gunakan tipu muslihat, dengan serangkaian kebohongan. Yang membujuk rayu anak dibawah umur untuk melakukan cabul.

Koronologis perbuatan terdakwa antara lain mengirim pesan via WhatsApp (WA) kepada korban yang berinisial OT, korban dirayu untuk berbuat mesum di daerah Kenpark Kenjeran, Surabaya.

Korban sempat menolak, namun tak berdaya sebab terdakwa telah mencekoki korban dengan minuman keras sebingga tak sadarkan diri.

Sadar akan aksi bejat terdakwa, korban berontak dan berteriak minta tolong.

Teriakan korban ternyata membuat terdakwa panik dan melarikan diri menggunakan motor miliknya.

Tapi pelarian terdakwa berakhir ditangan Security kenpark, Kenjeran, Surabaya. Untuk proses hukum lebih lanjut, terdakwa akhirnya dibawa ke Polsek Kenjeran Surabaya.

Sementara, menurut salah seorang keluarga terdakwa yang tidak mau namanya di Publikasikan menyatakan terdapat kejanggalan dalam perkara cabul ini.

Dia menilai, Mulai dari proses penyidikan di Kepolisian hingga pelimpahan berkas perkara (P21) ke Kejaksaan alat bukti maupun barang bukti itu tidak ada.

“Kami keluarga mempertanyakan keabsahan landasan [Dakwaan] Jaksa, karena hanya [berupa] keterangan penyidik,”kata dia, Senin (8/06/2019) di Gedung PN Surabaya.

Didalam perkara ini, Bagus di dakwa JPU menggunakan Pasal 82 (1) Jo Pasal 76 E UU No.17 Tahun 2016 jo Perppu No. 17 Tahun 2016 jo UURI No.45 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan [email protected] [Rb].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca