Demo Dikejati Jatim, Konsumen Sipoa Ingin Keadilan Hukum Atas Haknya

Demo Dikejati Jatim, Konsumen Sipoa Ingin Keadilan Hukum Atas Haknya

21/02/2019 2 By Redaktur: Junaedi S
Share:

IGN Boli Lasan SH.MA.MKn Kuasa Hukum PT. Sipoa Group/dok.net


XTREMPOINT – Aksi demo disertai penyegelan yang dilakukan ratusan konsumen Sipoa pada Kejaksaan Tinggi Jatim dimaknai sebagai upaya untuk mencari keadilan atas hak-haknya sebagai korban.

Hal itu diutarakan Kuasa hukum PT Sipoa Group, IGN Boli Lasan SH.MA.MKn. Menurut dia, penegakan hukum harus membawa manfaat yang maksimal bagi para pencari keadilan.

“Hukum diciptakan bukan hanya utk menegakkan keadilan bagi hukum itu sendiri, tetapi harus membawa manfaat bagi para pencari keadilan khususnya para korban Sipoa Group.”kata Boli SH melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/2).

Masih kata Boli, Para Hamba Hukum sebagai instrument hukum sudah selayaknya memberikan keadilan kepada para korban sipoa, untuk mendapatkan hak-haknya atas asset perusahaan sipoa group yang saat ini menjadi barang bukti.

“Semua Barang Bukti bernilai sangat tinggi yang terdiri dari uang tunai sekitar RP.21 Milyar dan berupa kendaraan roda empat bernilai Milyaran rupiah, ditambah lagi asset berupa tanah dengan nilai lebih dari Rp.700 Milyar rupiah. Jika dikomparasikan dengan tuntutan para korban sipoa maka total harta kekayaan perusahaan PT. Sipoa Group sangat lebih dari cukup untuk membayar seluruh kerugian customer sipoa group.”Ungkap Boli.

PCS Gelar Aksi di Gedung Kejati Jatim/dok.net

Seperti diketahui, Selama tiga hari ratusan korban sipoa yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS) menggelar aksi di gedung Kejati Jatim.

Mereka memohon agar hak mereka segera dikembalikan dengan cara supaya JPU tidak mengajukan upaya hukum banding pada tiga direksi PT Sipoa yakni Klemens Sukarno Candra, Budi Santoso dan Aris Birawa yang telah dijatuhi hukuman 6 bulan.

“Bahwa memang benar JPU punya hak dan wewenang untuk nenyatakan Banding atau Tidak, namun menurut kami JPU harus memperhatikan unsur manfaat dan rasa keadilan pagi para pencari keadilan [Korban sipoa].”papar Boli.

Sedangkan upaya hukum banding yang dilakukan penuntut umum pada ketiga direksi PT sipoa itu dinilai Boli sebagai upaya untuk menjauhkan hak-hak yang seharusnya dapat diterima oleh korban.

“Upaya JPU menyatakan Banding dapat dimaknai sebagai upaya menjauhkan keadilan dan rasa keadilan dari para korban sipoa group,sehingga tepatlah apa yang dikatakan oleh Aris Toteles,: Keadilan Yang Tertinggi Adalah Ketidakadilan Yang Tertinggi…??

Penegak Hukum lanjut Boli, adalah tempat masyarakat datang meminta keadilan. “karena itu sudah pada tempatnya jika para korban sipoa datag meminta keadilan pada Kantor Kejaksaan Tinggi Jatim.”[email protected] [Jn]


Share: