Jum. Agu 23rd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Bos PT ASL Divonis 10 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Korban Apresiasi Hakim Dan Jaksa

3 min read

Wellem Mintarja SH (tengah) dan Eddi Tanuwijaya (baju putih) menunjukkan putusan Mahkamah Agung (MA)/Dok. Junaedi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Majelis hakim pada Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan kepada terdakwa Hasan Aman Santoso. Bos PT. Aman Samudra Line (ASL) itu dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan terhadap saksi korban Eddi Tanuwijaya, sesuai ketentuan yang termuat dalam pasal 378 KUHP.

Vonis tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Sofyan Sitompul dengan didampingi dua orang hakim anggota, Margono dan Eddy Army, pada Rabu 13 Maret 2019.

“Menyatakan bahwa terdakwa Hasan Aman Santoso telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan,”kutip bunyi amar putusan yang dibacakan Sofyan Sitompul.

Selain itu, Hakim Agung juga memerintahkan kepada Jaksa untuk mengembalikan barang bukti berupa 1 unit truk merk Hino type SG 260 dengan Nomor Polisi W 8960 UF ke saksi Eddi Tanuwijaya selaku pelapor.

Sementara, Kuasa hukum Eddy Tanuwijaya, Wellem Mintarja menyatakan, Putusan MA itu menurutnya telah sesuai dengan asas keadilan, dan sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Untuk barang bukti berupa truck, yang sebelumnya dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas I Surabaya, telah diserah terimakan kepada Eddy Tanuwijaya.

“Barang bukti sudah kami ambil di Rubasan klas I Surabaya,”papar Wellem, Senin (5/8).

Jaksa Sudah Eksekusi

Foto oleh: Junaedi

Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya membenarkan telah menerima petikan putusan kasasi yang menjatuhkan vonis 10 bulan penjara kepada Hasan Aman Santoso.

Jaksa penuntut Umum (JPU) Siska Christina yang mengajukan upaya kasasi juga telah melakukan eksekusi kepada terdakwa pada Pekan lalu.

“Sudah kami ekseksusi hari Kamis lalu,”kata Siska, kepada wartawan.

Dijelaskan Siska, terpidana Hasan Aman Santoso saat ini telah dijebloskan ke Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, untuk menjalani hukuman.

“Yang bersangkutan menjalani masa hukuman di Lapas Porong. Sebelumnya memang statusnya tahanan kota,”paparnya.

Kinerja Jaksa Kejari Tanjung perak itu pun langsung diapresiasi oleh Wellem.

“Kami apresiasi sikap jaksa Kejari Tanjung Perak yang begitu cepat dan tanggap mengeksekusi terpidana Hasan Aman Santoso,”kata Wellem Mintarja.

Pegawai Hasan Aman Santoso Terancam Dilaporkan

Kasus ini menurutt Wellem, sempat terjadi tumpang tindih (contradiksi hukum) dikarenakan saksi korban Eddi dan Hasan saling melaporkan sehingga mengakibatkan konflik interest. Namun, dengan adanya putusan MA ini secara otomatis telah menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya, bahwa telah terbukti adanya penipuan atas dua buah cek senilai Rp. 47,2 Juta rupiah yang dilakukan Hasan.

“Dua buah cek ini sebenarnya telah diberikan kepada klien kami untuk pembelian satu unit truck Traktor, tetapi kedua buah cek tersebut malah dilaporkan hilang oleh pegawainya Terdakwa,”ungkap Wellem.

Akibat ulah dari pegawai terdakwa itu, Saksi korban akhirnya tidak dapat mencairkan cek yang sudah dalam penguasaannya.

Pegawai terdakwa Hasan Aman Santoso itu diduga kuat telah memberikan keterangan palsu kepada kepolisan dengan laporan kehilangan dua buah cek.

“Kami kemungkinan akan melaporkan pegawainya terdakwa yang telah melaporkan kehilangan dua buah cek itu,”kata Wellem.

Kasus ini bermula dari jual beli truk jenis Head Hino SG 260 dengan Nopol W 8960 UF senilai 510 juta rupiah.

Saat transkasi, terpidana Hasan Aman Santosa membayar uang muka sebesar Rp 265 juta dan sisa sisanya Rp 47,2 juta dibayar melalui dua buah cek. Namun di tengah jalan, terdakwa justru melaporkan kehilangan cek yang sebelumnya sudah diserahterimakan kepada Eddi Tanuwijaya (korban).@ [Dem].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca