Kam. Agu 22nd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

BMKG Himbau Masyarakat Tidak Termakan Isu Adanya Gempa Besar

2 min read

Gempa Banten/Ilustrasi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Viral dimedia sosial isu adanya gempa berkekuatan 9,0 Magnitudo paska terjadinya gempa Banten pada Minggu, 28/7.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menghimbau kepada masyarakat agar tidak gampang termakan isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Peristiwa gempa bumi menurut Rahmat, hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun. kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.

“Teori yang berkembang saat ini baru dapat menjelaskan bahwa sebuah gempabumi utama dapat membangkitkan atau memicu aftershocks,”paparnya, Sabtu, (3/8).

BMKG secara tegas menyatakan masih belum bisaa memprediksi adanya gempa berkekuatan besar.

“Masih sulit untuk memperkirakan gempa besar rentetannya seperti beberapa kasus gempabumi doublet, triplet (dua atau tiga kejadian gempabumi tektonik dalam waktu dan lokasi yang relatif berdekatan),”imbuhnya.

Sebelumnya, wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=5,2 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi M=4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,39 LS dan 105,98 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 76 km arah Barat Daya Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat pada kedalaman 44 km.

Gempabumi di selatan Sukabumi ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, merupakan gempabumi berkedalaman dangkal diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan obliq naik (thrust-oblique).

Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di Pelabuhan Ratu, Cisolok, Malingping dan Sukabumi Selatan dalam skala intensitas III MMI, Depok, Tangerang, Serang, Rangkasbitung , Sawarna, Panggarangan, Menes, Carita dan Munjul II-III MMI, Lembang, Jakarta dan Karawang II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 22.01 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat BMKG menghimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.@ [Dem]


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca