Bawa Kabur Cucu, Menantu Pidanakan Mertua

Bawa Kabur Cucu, Menantu Pidanakan Mertua

19/02/2019 2 By Redaktur: Junaedi S
Share:


XTREMPOINT- Buasid, warga Bendul Merisi Surabaya dilaporkan menantunya sendiri (Handoko Susilo). Karena dituduh membawa lari/kabur cucunya yang masih dibawah umur.

Karena dituduh merampas hak asuh anaknya (Almira Ayuni). Kini Buasid harus menjalani sidang di PN-Surabaya dengan agenda keterangan saksi, yakni Handoko,Tuni dan Ruri.

Handoko yang diminta bersaksi pertama oleh Ketua Majelis Hakim Dedy Ferdimanan, membenarkan. Awalnya pernikahannya dan Yuni Herawati (Almarhum), Terjadi ditahun 2011.

Kemudian dari hasil pernikahan itu,mereka dikaruniai 2 (dua) orang anak, yakni Almira Ayuni dan Muhammad Alfira.

“Semenjak anak pertama saya (Muhammad Alfira) lahir, Dia dibawa istri saya kerumah orang tuanya di Bendul Merisi,”ucap Handoko.

Menurut Handoko, terjadi perseteruan yang mengakibatkan dia dan Almarhum tidak tinggal satu rumah lagi.

“Semenjak itu, saya dan istri sudah tidak bersama lagi. Ayuni tingggal dirumah orang tua di Bendul Merisi, saya tinggal di Rewin rumah orang tua,” tambah saksi Handoko.

Tapi dari pesetruan itu, saksi dan almarhum masih terus berkomunikasi. Hingga memasuki kelahiran Putri Keduanya Almira Ayuni.

Hal serupa dikatakan Tuni ibu Handoko dan saksi Ruri. Menurut kedua, Handoko telah berkali-kali mengajak Yuni (Istrnya) hidup mandiri,dan meminta Yuni membawa pulang Muhammad Alfira kerumah Rewin Waru

Tapi ditolak oleh istrinya. Tapi kata kedua saksi, Handoko dan Istrinya tetap berkomuniasi baik. Bahkan kata Tuni, biar anaknya(Handoko)menjalin hubungan baik sama istrinya,Handoko dilarang melihat anaknya.

“2017 Yuni istrinya melahirkan, Almira Ayuni. Lalu anak itu diasuh Yuni dan kedua orang tuanya. Tapi selang beberapa bulan saja Yuni mengalami kecelakaan dan dia meninggal dunia,” terang Tuni.

Menurut Tuni, setelah Yuni almarhum,kemudian Handoko anaknya dan mertuanya muncul pesetruan. Tentang hak asuh anak Almira Ayuni

Karena merasa hak atas kedua buah hatinya dan ingin menjaga Ayuni dan Alfira. Lalu saksi beserta anaknya mendatangi terdakwa di Jl. Bendul Merisi, Surabaya selama beberapa kali.

Tapi kata Tuni, mereka pulang tidak membawa cucunya. Karena saat tiba dirumah terdakwa sengaja membawa keluar pergi Almira dan Alfira.

Karena kesal dengan tingkah laku mertuanya. Kemudian saksipun meminta bantuan Pengacara Dwi Cahyono, SH untuk melakukan somasi pada terdakwa.

Dari Somasi tersebut akhirnya Terdakwa mau meyerahkan Muhammad Alfira. Sedangkan Almira Ayuni,tetap dipertahankan terdakwa .

“Saya minta dua-duanya dijaga oleh saya ayah sendiri. Tapi Pak Buasid tidak mau kasih Almira. Bahkan sudah secara baik-baik saya minta Almira tapi mbahnya ngotot. Karena kesabaran saya sudah habis,maka saya bawa kasus ini kejalur hakum,”ungkap Handoko diakhir sidang kepada Dedy Pardiman yang meminpin sidang di PN Surabaya Selasa (19/02/19)

Atas perbuatannya ini, Buasid didakwa Jaksa Penuntut Umum(JPU) Darwis melanggar Pasal 330 KUHP tentang membawa lari atau kabur anak dibawah umur. Dan terdakwa Buasid terancam pidana 7 tahun [email protected] [Roby].


Share: