Bantah Tak Ada Transaksi, Pengusaha Asal Sumenep Klaim Tanahnya Dijual Tanpa Izin

Bantah Tak Ada Transaksi, Pengusaha Asal Sumenep Klaim Tanahnya Dijual Tanpa Izin

17/09/2019 0 By Redaktur: Junaedi S
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Pengusaha asal Sumenep, Madura, H Sugianto membantah keterangan Johan Wahyudi (39) alias Oki yang menyatakan dua obyek tanah dan bangunan (SHM) miliknya di Simo Mulyo dan Simo Kalangan, Surabaya, ditransaksikan atau diperjual belikan secara resmi. Obyek tersebut menurut Sugianto, telah dijual tanpa seizinnya.

Dua obyek SHM miliknya itu awalnya ia jadikan jaminan utang sebesar Rp. 2,5 Miliar kepada Hendra Thie Mailattu (36) melalui Oki. Akan tetapi, saat hendak ia lunasi, dua SHM milikya telah raib dan beralih hak kepemilikan kepada orang lain.

“Utang piutang murni, saya itu gak tau bakal dibalik nama. Kan saya kejar mau lunasi [hutang], saya minta copy SHM gak dikasih. Beralasan dia masih belum ketemu bosnya, bosnya itu Hendra.” ungkap Sugianto, Selasa (17/9).

Baca:  Bantah Menipu, Konsultan Muda Ini Klarifikasi Adanya Pelaporan

Dijelaskan Sugianto, hutang piutang itu diskenario dengan Perjanjian Ikatan Jual Beli (PIJB), dan juga kuasa menjual yang dinotariilkan di Notaris. Ia saat itu meminjam uang Rp. 2,5 Miliar dengan bunga yang dinilainya mencekik.

“Bulan pertama [bunganya] 5 persen, bulan ke dua 5 Persen dan bulan ke Tiga 10 persen.”paparnya.

Setelah tiga bulan, sambung Sugianto. Bunga utang kembali ke nilai presentase 5 persen dan ada penambahan nilai 1 persen disetiap bulannya dari total utang.

“Waktu itu saya bilang satu dua bulan akan saya lunasi. Walaupun saya tanda tangan di notaris ini bukan jual beli. Saya bilang gitu sudah [Ke Oki] saya wanti-wanti ke dia” paparnya.

Oki sambung Sugianto, saat itu beralasan hanya formalitas saja dan bakal bertanggung jawab apabila timbul permasalahan dikemudian hari.

Baca:  Aset Senilai Rp. 62 Miliar Berpindah Tangan Tak Wajar, Pemilik Lapor Ke Polisi

Ternyata, setelah diketahui asset miliknya telah berpindah hak kepemilikan kepada orang lain. Janji asa yang diobral oki tersebut tidak kunjung dipenuhi dengan cara mengemukakan berbagai macam alasan, sehingga Sugianto melakukan upaya hukum dengan melaporkannya ke Polisi.

Laporan itu diwakilkan oleh Sugianto kepada kuasa hukumnya Ismet dan Subagyo dari kantor hukum Subagyo & Partner pada Minggu (25/8) lalu, dan saat ini laporan itu sudah sampai pada tahap penyelidikan.

Dipaparkan Subagyo. kliennya saat itu sempat menyoal penandatanganan PIJB. Sebab setahu pelapor, dia hanya menjaminkan SHM untuk dana pinjaman, dan bukan untuk di perjual belikan.

Penandatangan PIJB itu dilakukan pada 20 Juni 2017 Silam dengan pencairan dana pinjaman sebesar Rp. 2.5 Miliar melalui transfer dengan diselipi keterangan pelunasan pembelian Rp. 10 Miliar.

Baca:  Bantah Menipu, Konsultan Muda Ini Klarifikasi Adanya Pelaporan

“Di kemudian hari baru diketahui setelah dilakukan cetak atau print buku tabungan, ternyata pengiriman uang Rp 2,5 M itu diberi catatan Pelunasan Total 10 Milyar. Padahal Sugianto tidak pernah terima uang total Rp 10 M itu.”ungkap Subagyo.

Kalau secara hukum, imbuh Subagyo. Andai benar transaksi tanggal 20 Juni 2017 itu ada jual beli tanah dengan harga lunas, “maka yang diteken mestinya AJB, bukan PIJB.” [email protected] [Rep].


Foto: Ismet Kuasa Hukum Sugianto (Kanan) saat melakukan pelaporan di Mapolda Jatim

Shares