Jum. Agu 23rd, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Agus Setiawan Jong Sial, Pemberi dan Penerima Hibah Masih “Aman”

3 min read
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Agus Setiawan Jong benar-benar bernasib sial, setelah dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Bersamaan dengan itu pula dia mendapat kabar kalau salah satu rumahnya bakal dilelang oleh pihak Bank.

“Hari ini dilelang sekitar jam 11:00 WIB, jadi gak jadi gak tau semoga masih ada yang bisa menolong,”kata Agus Jong, seusai sidang pembacaan putusan, di Pengadilan Tipikor, Sidoarjo Jatim, Rabu (31/7).

Disinggung dikana obyek rumah yang bakal disita, dia masih enggan untuk terbuka.

“Ada pokonya rumah yang bagus,”singkatnya.

Agus Jong menjelaskan, sewaktu ada proyek Jasmas yang digagas oleh anggota DPRD Kota Surabaya itu, dia telah menjaminkan beberapa rumah dengan nilai pinjaman mencapai Rp. 17 miliar untuk tambahan modal usaha.

Untuk unit rumah yang bakal disita oleh Bank tersebut, menurut Agus Jong nilainya mencapai Rp. 5 Miliar.” Yang nyita Bank Prima,”imbuhnya.

Agus Jong kemudian menyoal keputusan hakim yang menyebutnya telah memperkaya diri sendiri mengambil keuntungan dari proyek dana hibah pemkot surabaya tahun anggaran 2016. Dia menyebut keputusan hakim itu tidak benar adanya.

“[Nek aku untung Lapo rumahku di lelang Bank] Kalau aku untung kenapa rumahku di lelang Bank, kalau saya untung kenapa mesin saya tak jual semua. Saya ini rugi pak,”kata dia.

Menyikapi keadaan yang demikian, Agus Jong mengaku tabah, dia berpesan kepada pihak yang berkepentingan dengannya agar merasa puas diri.

“Semoga orang yang berkepentingan dengan saya puas diri melihat nasibku,”katanya.

Program dana hibah ini, merupakan program yang digagas DPRD kota Surabaya. Pemkot Surabaya selaku pemberi dana hibah telah menggelontorkan uang Rp. 13 miliar lebih pada Ratusan RT/RW yang tersebar di wilayah Surabaya.

Para penerima hibah atau RT RW itu kemudian membelanjakan uang mereka kepada Agus Jong, berupa barang antara lain Terop, meja kursi, sound Syistem dan perlengkapan lainnya.

Didalam perwali Nomor 25 tahun 2016 tentang tata cara pemberian hibah dijelaskan, bahwa penanggung jawab secara formil maupun materiil dalam program hibah atau Jasmas adalah penerima hibah.

Adapun demikian, dalam perkara ini Agus Jong lah yang “dibidik” pertama kalinya untuk menjadi tersangka, hingga divonis bersalah. Sedangkan pemberi dan penerima hibah status hukumnya masih “aman”.

Agus Setiawan Jong dijatuhi hukuman 6 tahun penjara oleh majelis hakim pimpinan Rochmad. Dia dinyatakan bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) juncto pasal 18 UU Tipikor.

Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan sanksi hukuman denda sebesar Rp. 200 juta atau diganti hukuman kurungan selama 6 bulan apa bila tidak mampu membayar denda yang disebutkan Rochmad.

Lebih dari itu, majelis hakim juga mewajibkan Agus Jong membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp. 4,9 Miliar atau diganti dengan harta benda milik Agus Jong yang nilainya setara. JPU dalam hal ini situjuk sebagai pihak yang akan melakukan eksekusi.

“Dalam hal tidak mempunyai harta benda untuk membayar uang pengganti maka di Pidana dengan hukuman penjara selama 2 tahun,”Kata Hakim Rochmad.

Keputusan hakim tersebut dapat dijalankan dalam tempo satu bulan apabila telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkchraht. Dalam artian apa bila Agus Jong tidak melakukan upaya hukum lebih tinggi dari keputusan tinggkat pertama.@ [Dem].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca