Jum. Jul 19th, 2019

XTREMPOINT

Detik-Detik Yang Berarti

Agus Setiawan Jong Cabut Seluruh Isi BAP, Alasannya Bikin Jaksa Meradang Gegara Uang Rp. 200 Juta

3 min read

Foto oleh: Junaedi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

XTREMPOINT.COM – Terdakwa Agus Setiawan Jong, mencabut seluruh isi BAP yang buat oleh Jaksa Penyidik Kejari Tanjung Perak, Surabaya. Dia menyatakan hanya mau diperiksa di ruang Pengadilan Tipikor, Sidoarjo, Jatim.

Alasan pencabutan BAP tersebut menurut Agus Jong dilandasi oleh beberapa faktor alasan, salah satu penyebabnya ialah penandatanganan BAP tersebut bukan murni keinginannya, melainkan karena dorongan serta arahan dari kuasa hukum sebelumnya yang berinisial AN, dari Jakarta.

“Saya cabut semua BAP, Saya [waktu itu] cuma disuruh pengacara tanda tangan isi BAP”.kata Agus Setiawan Jong, dihadapan majelis hakim pimpinan Rokhmad, Senin (8/7).

Alasan yang kedua, AN yang ia tunjuk sebagai pembela, malah menunjukan sikap pro kepada Jaksa Peyidik agar menuruti kemauan mereka supaya Agus Jong mau menjadi Justice Collaborators dalam perkara yang mereka tangani.

Lebih dari itu, AN menurut ASJ mengarahkan dia agar mau menyerahkan uang sebesar Rp. 200 Juta kepadanya, sebagai iming-iming jaminan untuk penangguhan penahanan.

“Pengacara datang waktu itu, kamu mau wes jadi JC aja kasih jaminan 200 juta.” Kata Agus Jong menirukan ucapan AN.

Saat AN mengatakan hal tersebut, Agus Jong mengaku jaksa penyidik mengetahui hal itu.

Baca juga: Kasus Jasmas, Ahli Pidana Sebut Dana Hibah Masuk Ranah Hukum Perdata

Keterangan dari Agus Jong tersebut membuat Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Dimaz Atmadi meradang bahkan menantang ASJ untuk membuktikan ucapannya di Persidangan.

“Saudara terdakwa kami tantang anda untuk membuktikannya”. Kata Dimaz dengan nada emosi.

Usai persidangan, Dimaz tidak berani berkomentar banyak adanya nominal sejumlah uang Rp. 200 Juta yang diminta AN pada ASJ sebagai iming-iming jaminan untuk penangguhan penahanan.

“Masalah apa yang diperbincangkan antara Penasihat Hukum (PH) dan Agus Jong itu bukan kapasitas kami untuk menilai. Kami tidak punya hak disitu”.kata dia.

Terlepas dari itu semua, Dimaz tetap meminta kepada Agus Jong untuk membuktikan ucapannya.

“Silahkan Agus Jong buktikan, karena pada saat proses pemeriksaan terdakwa [ASJ] ada lebih dari satu penyidik dan ada lebih dari dua orang pengacara yang ada disitu”. Imbuhnya.

Hanya saja, sambung Dimaz. Konsekuensinya harus saling paham. “Pada saat Agus Setiawan Jong tidak dapat membuktikan, ada resiko tertentu karena ini menyangkut Institusi”.paparnya.

Jimmi Ucok Lamhot/dok Junaedi

Sementara itu, salah seorang kuasa hukum ASJ, Jimmi Ucok Lamhot S.H, menyatakan pencabutan BAP itu memang harus dilakukan mengingat ada arahan dari pengacara sebelumnya yang mengiming-imingi ASJ agar mau menuruti kemauan Jaksa untuk dijadikan JC.

“Kalau [pencabutan] BAP itu emang riil, karena sewaktu didampingi oleh pengacara sebelumnya ada himbauan ini perkaranya akan diringankan atau bagaiamana macamnya ada bujuk rayu seperti itu. Akan tetapi rupa rupanya didalam BAP itu isinya menyudutkan semua”papar Jimmi.

Disinggung akan tantangan dari Dimaz, Jimmi enggan menanggapi karena menurutnya hal itu sudah keluar dari pokok perkara yang diperiksa dalam persidangan.

“Kalau itu kita buktikan [dalam Sidang] tidak perlu lah, karena tidak terlalu penting, tidak masuk kedalam pokok perkara.”Ujar Jimi

Adapun demikian, Jimmi menandaskan bahwa pihaknya memiliki bukti kuat akan nominal uang senilai Rp. 200 juta yang disebut-sebut oleh Agus Setiawan Jong dalam persidangan.

“Terkait 200 Juta itu emang kita ada buktinya [penerimaan], tapi kita tidak mau memperkarakannya. Bukti transfer, jelas ada nominalnya”.tandas Jimmi.

Terlepas dari benar tidaknya akan bukti transfer uang tersebut, menurut Jimmi terdapat keterangan didalam tanda terima itu yang mencatut nama dan institusi lembaga tertentu @ [Jn].


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pilihan Pembaca