Jaksa Adhiem Widigdo, Preeet ?

Jaksa Adhiem Widigdo, Preeet ?

30/03/2019 2 By xtrempoint
Share:


XTREMPOINT – Jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya Adhiem Widigdo, menyoal salah satu berita di portal Xtrempoint.com yang berjudul “Surat Dakwaan Jaksa Adhiem Widigdo Mengarah Pada Pecandu”.

“Preet, Judulmu Mas sakpenake dewe [ Judulmu mas sesukamu sendiri].”ujar Adhiem melalui keterangan tertulisnya pada Xtrempoint.com, Jumat malam (29/3).

Dia kemudian menyarankan pada xtrempoint untuk melihat langsung dakwaan yang dimaksud, dengan cara ricek di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Surabaya.

“Cek aja di SIPP, Assessment juga ada, tau mas didakwaan.”imbuhnya.

Baca Juga: Surat Dakwaan Jaksa Adhiem Widigdo

JAWABAN XTREMPOINT ATAS PERNYATAAN JAKSA ADHIEM WIDIGDO

Judul berita “Surat Dakwaan Jaksa Adhiem Widigdo Mengarah Pada Pecandu” yang terbit pada 28 Maret 2019 di portal Xtrempoint.com telah merujuk pada tekhnik wacana Semantik, pada bagian Pragmatik Konversasi. Khususnya penggunaan bahasa hubungan antar unsur bahasa dengan konteks dan situasi.

Nah, dalam hal ini Xtrempoint telah menyesuaikan antara judul dengan konteks surat dakwaan yang disebutkan Jaksa pada kedua terdakwa Narkoba, Marjuki dan Gugus Suprianto.

Didalam surat dakwaan tersebut xtrempoint mendapati kalimat yang diulang-ulang dari tiga pasal yang didakwakan kepada para terdakwa, yakni :

“Bahwa Terdakwa Mustakim bin Marjuki dan Terdakwa Gugus Supriyanto bin Suparto tidak pernah ada melaporkan dirinya pada IPWL perihal KETERGANTUNGAN narkotika yang dialaminya.”kutip surat dakwaaan, Jaksa Adhiem.

Frasa kata “Ketergantungan” disini XTREMPOINT menilai JPU mengetahui keadaan atau kondisi terdakwa yang sedang dalam keadaan ketergantungan [ Pecandu ] dengan narkotika jenis sabu

Kalimat tersebut ditemukan pada tiga pasal yang didakwakan yakni, dakwaan pertama pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1), kemudian dakwaan ke dua pasal 112 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) dan yang ketiga pasal 127 ayat (1) UU RI Nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika.

JPU selalu menyertakan dalam pasal demi pasal yang didakwakan, bahwa terdakwa merupakan seseorang yang telah ketergantungan dengan narkoba. JPU Adhiem juga membenarkan bahwa para terdakwa memiliki rekam medis Assessment dari kepolisian.

Xtrempoint menilai, judul tersebut juga mewakili luapan kata dari JPU, yang selalu mengklaim terdapat Assessment didalam dakwaaanya. Bahkan JPU berkali kali menegaskan para terdakwa memiliki rekam medis itu [keterangan ketergantungan].

Tekhnik Xtremponit.com dalam membuat judul adalah dengan mengadopsi inti dari kaidah Konversasi Maxims of Quality [Maxims Kualiti] yang mengatur ketentuan diantaranya, Jangan diujarkan atau ditulis apabila tidak benar dan jangan diujarkan atau ditulis apabila kekurangan data yang [email protected] [Rd]


Share: